Redaksi
Redaksi

Kamis, 19 November 2020 07:36

Wali Kota Parepare, Taufan Pawe , saat Rapat Paripurna dengan agenda Jawaban Walikota atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Parepare, Rabu, (18/11/2020).
Wali Kota Parepare, Taufan Pawe , saat Rapat Paripurna dengan agenda Jawaban Walikota atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Parepare, Rabu, (18/11/2020).

Taufan Pawe Apresiasi Fraksi DPRD Kota Parepare Terkait Rancangan APBD Tahun Anggaran 2021

Taufan Pawe menyetujui masukan anggota dewan dengan adanya peningkatan penertiban tempat maksiat, peredaran minuman keras dan narkoba guna mewujudkan Parepare sebagai Kota Ulama dan Kota Santri.

PAREPARE, BUKAMATA - Wali Kota Parepare, Taufan Pawe mengapresiasi seluruh fraksi DPRD Kota Parepare, yang menerima rancangan APBD Tahun Anggaran 2021 untuk dapat dibahas pada rapat-rapat selanjutnya. Hal itu ia ungkapkan saat Rapat Paripurna dengan agenda Jawaban Walikota atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Parepare, Rabu, (18/11/2020).

TP akronim Taufan Pawe menyetujui masukan anggota dewan dengan adanya peningkatan penertiban tempat maksiat, peredaran minuman keras dan narkoba guna mewujudkan Parepare sebagai Kota Ulama dan Kota Santri. Hal ini telah dilakukan secara berkala oleh Satuan Polisi Pamong Praja untuk menertibkan tempat-tempat tersebut.

"Demikan pula pembahasan Rancangan APBD ini dibahas berdasarkan mekanisme yang ada dan tetap mengacu pada tiga taat yaitu, taat azas, taat administrasi dan taat anggaran," katanya.

Wali Kota Parepare dua periode ini menambahkan, untuk masalah genangan beberapa ruas jalan, dirinya telah meminta Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengadakan pembersihan dan pengerukan pada drainase yang tersumbat maupun pendangkalan akibat sendimen, dan mengoptimalkan waduk mini.

"Terkait dengan sektor pariwisata, maka telah terbit Perda tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwistaan Daerah 2016-2031 sebagai acuan dalam master plan pengembangan destinasi wisata di Kota Parepare yang terbagi dalam 6 kawasan strategis pariwisata atau objek-obyek pariwisata yang menjadi prioritas pengembangan. Termasuk gua kelelawar dan mengarah ke konsep urban tourism guna mewujudkan Kota Parepare sebagai Kota Industri Tanpa Cerobong Asap," katanya.

Ketua DPD I Golkar Sulsel berharap, hal-hal yang sudah ditargetkan atau dianggarkan dalam RAPBD Tahun Anggaran 2021 dapat tercapai. Meski dengan berbagai tantangan-tantangan dan permasalahan kedepan diprediksi masih akan dinamis.

"Hal ini kami tetap optimis dengan berbagai langkah sesuai harapan fraksi yaitu pengendalian atas kebocoran pendapatan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia. Sektor kesehatan akan menjadi perhatian dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2021, oleh karena sektor kesehatan merupakan salah satu penopang untuk mewujudkan visi Kota Parepare," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#DPRD Kota Parepare #Parepare #Pemkot Pare Pare