Redaksi
Redaksi

Senin, 16 November 2020 18:02

Bedah riset kepemiluan oleh Bawaslu dan tim pendamping.
Bedah riset kepemiluan oleh Bawaslu dan tim pendamping.

Sembilan Naskah Riset Bawaslu Sulsel Difinalisasi Bersama Pendamping Lokal

Sembilan naskah riset dibedah Bawaslu bersama tim pendamping lokal dati sejumlah perguruan tinggi.

MAKASSAR, BUKAMATA - Sebanyak sembilan naskah riset terkait pengawasan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2015-2020 oleh Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota se- Provinsi Sulawesi Selatan, kembali dibedah bersama tim pendamping, Senin, 16 November 2020. Mereka berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Makassar.

Dalam rapat finalisasi tersebut, masing-masing tim penulis dari unsur Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan, secara bergantian mempersentasikan naskah dalam bentuk proposal penelitian.

Dari sembilan naskah tersebut, satu naskah berasal dari eksternal Bawaslu Sulsel, yakni riset yang berjudul Gerakan Civil Society Dukung Kotak Kosong yang tim penulisnya adalah Komisioner KPU Sulsel periode 2013-2018 Mardiana Rusli dan Pegiat Demokrasi & Kepemiluan, Abdul Karim.

Anggota Bawaslu Sulsel, Amrayadi yang memimpin rapat finalisasi tersebut mengatakan, hasil riset ini nantinya akan menjadi produk atau dokumen yang mampu merangkum dan menjelaskan program pengawasan pemilu.

"Produk ini kita harapkan dapat menjadi dokumen bersama Bawaslu yang dapat diakses dan dipelajari masyarakat banyak, yang juga tentu menjadi refleksi bagi lembaga," tutur Koordinator Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Sulsel ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Bawaslu Makassar #Bawaslu Sulsel