MAKASSAR, BUKAMATA -- Sebuah mesin bertabung biru, sejak pagi telah sibuk diutak-atik para personel Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel di Kantornya, Jalan Manunggal, Maccini Sombala.
Rencananya, enam ribu gram Narkoba jenis Sabu dan Ganja akan dimusnahkan di dalam mesin bertabung biru itu. Pemusnahan akan dilakukan pimpinan BNNP, dengan disaksikan sejumlah pihak terkait, baik dari Kejaksaan, Kepolisian, Bea Cukai maupun dari Pengadilan Negeri Makassar.
Setelah tuntas, para personel kemudian pergi beberapa saat dan kembali dengan menggelandang enam orang berpakaian oranye menuju lobi kantornya.
Baca Juga :
Di dalam ternyata telah duduk pimpinan mereka, Brigjen Pol Ghiri Prawijaya, Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Sulsel, Yudi Indra Gunawan, Kajari Makassar, Andi Sundari, Humas Pengadilan Negeri Makassar, Dodi Hendra Sakti serta Kasi Intel Bea dan Cukai Sulbangsel, Emil Takeshi Sampetoding.
"Terima kasih atas kehadiran semua pihak, kita saat ini akan melakukan kegiatan berupa pemusnahan narkoba hasil tangkap, sesuai perintah undang-undang," ujar Ghiri Prawijaya, Kepala BNNP yang baru beberapa minggu ini menjabat di Sulsel.
Lebih jauh jenderal polisi bintang satu itu, kemudian menjelaskan, pihaknya saat ini akan memusnahkan empat ribu gram Ganja asal Sumatera Utara, serta 1040 gram Sabu-sabu hasil tangkap personel BNNP Sulsel.
"Hari ini kami meminta kesediaan semua pihak, untuk menyaksikan pemusnahan narkoba jenis ganja dan sabu. Totalnya ada 6 ribu gram lebih," ujarnya sembari keluar menuju mesin yang sejak tadi disiapkan.
Satu bundel terbungkus aluminium foil kemudian disobek. Lalu dimasukkan ke dalam mesin.
"Jadi alat ini tidak akan mempengaruhi udara yang dihirup orang-orang sekitar mesin pemusnah. Ini aman, sudah dirancang sedemikian rupa untuk memusnahkan narkoba berbagai jenis," ujarnya.
Lebih jauh Ghiri Prawijaya mengatakan, dengan pemusnahan ini, kurang lebih 5.000 orang bisa dikatakan sudah terselamatkan dari barang haram tersebut. Ia berharap, para personel BNNP Sulsel serta para aparat penegak hukum lainnya serta Bea dan Cukai dapat mengintensifkan penjagaan.
"November dan Desember merupakan waktu waktu yang rawan. Jelang akhir tahun kita berharap pengawasan dan penindakan diperketat, utamanya jalur laut dan darat yang merupakan pintu masuk narkoba ke Sulsel," pungkasnya.
Diketahui 6.000 kg narkoba yang dimusnahkan tersebut diamankan dari tangan sejumlah orang. Masing-masing, tiga orang di wilayah Makassar dan Gowa tertangkap menguasai ganja seberat 2000 gram. Tiga orang lagi diamankan juga dengan narkoba jenis ganja di Soroako dan dua orang diduga pengedar sabu diamankan di Sidrap.
Penulis : Chaidir