Prabowo Sebut Tak Ada yang Bantu Indonesia Jika Nonblok, Harus Berpihak ke Mana?
02 Februari 2026 12:49
Sebuah terobosan dilakukan UIM. Ide brilian dari Rektornya, Dr Majdah M Zain. Kerjasama dengan perguruan tinggi dan pesantren, untuk program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar.
MAKASSAR, BUKAMATA -- Kamis, 5 November 2020. Di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM, Makassar, berlangsung penandatanganan kerjasama antara Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) Dr Ir Hj A Majdah M Zain MSi dengan sejumlah pimpinan institut pendidikan tinggi dan pesantren se-Sulsel.
Pesantren dan institut pendidikan tinggi yang menyepakati kerjasama pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dengan UIM, yakni Institut Agama Islam As'adiyah Sengkang dan Institut Agama Islam Muhamadiyah Maros.
Sedangkan pesantren yakni Ponpes Tahfizul Quran Al Imam Ashim, Ponpes Tahfizul Quran Assa'adah Maros, Ponpes Tahfizul Quran Ilmul Yaqin, Ponpes Annahdlah, Ponpes Madinah Makassar, dan Ponpes Rahmatul Asri Enrekang.
Wakil Rektor V Bidang Kerjasama UIM Prof Dr H Arfin Hamid SH MH menjelaskan, dengan adanya nota kerjasama maka antara UIM dengan Institut As'asiyah dan Institut Muhamadiyah, bisa saling bertukar mahasiswa dan dosen sebagai implementasi kebijakan Kampus Merdeka Merdeka Belajar.
"Demikian pula untuk penerimaan mahasiswa baru untuk saling merekomendasikan, jika tak ada prodi pada institusi masing-masing," jelasnya.
Sedangkan kerjasama dengan pesantren jelas Arfin, untuk semakin memperkuat program KKN berbasis pesantren yang sudah terselenggara dan merupakan ide brilian dari Rektor UIM.
"Selama ini, KKN berbasis pemerintah dan swasta. Padahal KKN di pesantren lebih mudah kan. Dan program bersama antara UIM dan pesantren lebih maksimal, seperti pembinaan umat dengan melibatkan akademisi di sejumlah fakultas di UIM," urai Sekretaris DPW NU Sulsel tersebut.
Kabag Humas dan Kerjasama UIM dr Wachyudi Muchsin SH menambahkan, kerjasama ini sesuai amanah Rektor UIM dan yayasan, bahwa saatnya bersinergi untuk pengembangan pendidikan. "Tidak zaman lagi berdiri sendiri," pungkas dr Yudi.
02 Februari 2026 12:49
02 Februari 2026 09:43
02 Februari 2026 09:43
02 Februari 2026 09:34
02 Februari 2026 09:19
02 Februari 2026 09:56
02 Februari 2026 11:43