Aswad Syam
Aswad Syam

Jumat, 16 Oktober 2020 09:43

Yan Christian Warinussy (ketiga kanan), bersama pengurus LP3BH Manokwari.
Yan Christian Warinussy (ketiga kanan), bersama pengurus LP3BH Manokwari.

Genap 24 tahun, LP3BH Manokwari Gelar Kerja Bakti, FGD serta Doa Syukuran

LP3BH Manokwari genap 24 tahun. Dirayakan dengan bakti sosial, FGD, juga syukuran.

MANOKWARI, BUKAMATA - Pada 12 Oktober 1996 atau sekitar 24 tahun lalu, Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) didirikan di Manokwari. Oleh 13 orang. Latar belakangnya berbeda-beda. Ada dari pekerja sosial Gereja Kristen Injil (GKI) di Tanah Papua. Juga dari kalangan Gereja Katolik seperti Alfred Lefaan-Diaz (almarhum). Ada juga dari kalangan birokrat seperti Ir. Yesaya Ramandey (almarhum). Atau dari kalangan aktivis Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) seperti Ir. Sahat Saragih, Ir. Yoso Bimantoro dan Maurist Y.Womsiwor serta Steven Ronsumbre dan Yosep HR.Kaiway. Juga dari kalangan seniman seperti Yakonias Manggaprouw (almarhum).

Bahkan ada dari kalangan adat seperti Johannes Maurits Mandatjan (almarhum). Atau tokoh asli Suku Besar Arfak seperti Ingris Wonggor.

Demikian juga dari kalangan masyarakat seperti Jacob Kapissa (almarhum). Dua pendiri lainnya, adalah Advokat Yan Christian Warinussy dan Advokat Yohanes Gerson Bonay.

LP3BH ketika itu (1996) didirikan dengan tujuan memberi bantuan hukum bagi rakyat Papua secara cuma-cuma. Serta berperan serta dalam membangun penegakan hukum di Tanah Papua, melalui layanan bantuan hukum serta memberi pendidikan hukum sebagai langkah persiapan bersama rakyat Papua untuk menolong diri mereka sendiri dalam berbagai masalah hukum di Tanah Papua.

Sebagai langkah awal, LP3BH menjalin hubungan kerja dengan GKI di Tanah Papua melalui program pendidikan hukum dan politik. Juga LPBH turut dilibatkan Pemerintah Kabupaten Manokwari pada tahun 2003 dalam melakukan Pendidikan Hukum dan Politik berbentuk sosialisasi UU RI No.21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus (Otsus) bagi Provinsi Papua.

Sosialisasi dilakukan pada 13 distrik di Kabupaten Manokwari. Termasuk di distrik Bintuni, Babi, Wasior, Windessy serta Merdey, Kebar dan Saukorem. Jadi sosialisasi dilakukan sebelum adanya pemekaran wilayah otonom.

LP3BH saat ini memiliki 9 orang staf. Di antaranya ada 4 orang advokat serta 5 orang staf administrasi dan program.

Dalam memasuki 24 tahun usianya, LP3BH Manokwari sedang membantu pemerintah daerah Provinsi Papua Barat dalam mendorong pembentukan Perwakilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Provinsi Papua Barat. Serta mendorong pembentukan Komisi Hukum Ad Hoc (amanat pasal 32 UU Otsus Papua). Juga pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR).

Untuk itu, LP3BH telah membantu menyusun naskah akademik (academic drafting) mengenai Komisi Hukum Ad Hoc dan KKR. Yang mana kedua naskah akademik tersebut telah diserahkan kepada Biro Hukum Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk ditindaklanjuti secara hukum dan administratif.

Perayaan HUT ke-24 kali ini, akan diisi dengan kegiatan kerja Bhakti staf LP3BH beserta anggota badan pendiri dan pengurus serta simpatisan pada Jumat, 16 Oktober di halaman kantor LP3BH di Fanindi Bengkel Tan.

Kemudian akan dilanjutkan dengan diskusi kelompok terfokus (Focuss Group Discussion/FGD). Kemudian diakhiri ibadah syukur bersama.

Penulis: Bachtiar

#Manokwari