Prabowo Sebut Tak Ada yang Bantu Indonesia Jika Nonblok, Harus Berpihak ke Mana?
02 Februari 2026 12:49
Tim Kreatif Appi-Rahman meluncurkan film, "Keajaiban Tuhan". Ustaz Maulana, terharu menontonnya.
MAKASSAR, BUKAMATA - Dai terkemuka Ustaz Maulana, mengaku terharu menonton film pendek ketiga Appi-Rahman bertitel Keajaiban Tuhan, diluncurkan Senin (5/10/2020) di kanal Youtube-nya.
"Jadi terharu," kata Ustaz Maulana usai menonton film berdurasi 6 menit 32 detik itu, setelah ia dikirimi link melalui WhatsApp.
"Masya Allah saya senang dengan dakwah lewat media yang mendidik dan mengingatkan serta menggugah hati kita. Itu menyadarkan akan hakikat penciptaan manusia menjadi hamba Allah, menjadi khalifah serta amal ma'ruf nahi mungkar. Ditunggu film pendeknya lagi ya," tambah Maulana.
Keajaiban Tuhan merupakan film pendek ketiga yang dihasilkan tim kreatif Appi-Rahman, nama gabungan pasangan calon Wali Kota Munafri Arifuddin dan calon Wakil Wali Kota Abdul Rahman Bando, sejak pasangan ini menggelar deklarasi 21 Agustus 2020.
Film pendek pertama bertitel "Yatim", dan kedua "Perempuan Biasa". Yatim sudah ditonton 14 ribu kali, sedangkan film "Perasaan Wanita" ditonton sekitar 5.400 kali. Film "Yatim" mengisahkan dan mengingatkan banyaknya anak yatim di panti yang memerlukan perhatian. Karena itu, Appi-Rahman jika terpilih memprogramkan setiap pegawai negara di lingkungan pemerintah kota menjadi orang tua asuh satu anak yatim.
Film "Keajaiban Tuhan" mengangkat tema kehidupan pemuda bernama Rahim yang berprofesi marbot masjid. Ia bisu namun masih dapat mendengar. Ia disayangi remaja masjid, pengurus dan jemaah.
Suatu saat, remaja putri berkumpul mengaji di masjid. Rahim pun melayani dengan menyiapkan keperluan mereka. Karena itu, Rahim tidak ikut pertemuan kelurahan.
Jelang waktu salat Isya, remaja putri menyudahi pengajiannya. Mereka gelisah karena suara azan sudah terdengar di masjid lain. Sementara di masjid itu belum ada laki-laki lain yang muncul untuk mengumandangan panggilan salat itu.
Rahim tidak mungkin melakukannya, karena ia bisu. Tidak jelas ucapannya. Rahim meminta salah seorang di antara perempuan itu saja yang azan. Tidak bisa karena harus laki-laki yang azan. Remaja perempuan itu menyuruh Rahim saja yang azan dengan segala keterbatasannya.
Rahim pun setuju dan mencoba. Jemaah putri menunggu dengan tegang. Rahim menghadap mikrofon untuk azan. Ia meraba-raba tenggorokannya seolah menyetel suaranya. Ia coba. Dan suaranya keluar walau tidak jelas.
Tetapi lama kelamaan lafaz bacaan azannya semakin jelas. Suaranya yang keluar melalui speaker masjid pun terdengar pemuda lain yang sedang berjalan menuju masjid. Mereka terkejut, heran, senang, karena mengenali suara itu suara Rahim. Mereka berlari menuju masjid.
Sementara Rahim berjuang menyelesaikan panggilan salat itu. Darah pun mengucur dari hidung dan telinganya. Suaranya tertahan ketika Rahim hendak mengucapkan kalimat terakhir laa ilaaha illallah. Ia berusaha keras. Rahim akhirnya roboh ketika para pemuda teman-temannya tiba di masjid namun, belum sempat menyaksikan langsung Rahim bisa melantunkan azan Isya.
Inilah salah satu kreativitas, inovasi, dan cara cerdas berkampanye yang dikemas dengan film pendek oleh Tim Kreatif Appi-Rahman. Appi-Rahman memprogramkan tunjangan bernilai Rp1 juta per bulan bagi marbot masjid jika terpilih memimpin Kota Makasaar yang memiliki 948 masjid. (*)
02 Februari 2026 12:49
02 Februari 2026 09:43
02 Februari 2026 09:43
02 Februari 2026 09:34
02 Februari 2026 09:19
02 Februari 2026 09:56
02 Februari 2026 11:43