Redaksi
Redaksi

Kamis, 01 Oktober 2020 08:27

Ketua DPRD Takalar, Darwis Sijaya (kanan) bersama Forkopimda, mendampingi Bupati Takalar H Syamsari menyerahkan sapi secara simbolis.
Ketua DPRD Takalar, Darwis Sijaya (kanan) bersama Forkopimda, mendampingi Bupati Takalar H Syamsari menyerahkan sapi secara simbolis.

Tuding Program Sapi Bupati Tak Berjalan, Ketua DPRD Disebut Sebar Hoaks

Ketua DPRD Takalar dikecam para petani. Dia dinilai menebar hoaks, setelah menyebut program sapi Bupati Syamsari tak berjalan. Padahal petani sudah merasakan itu sejak dua tahun terakhir.

TAKALAR, BUKAMATA - Para petani di Takalar meminta Ketua DPRD Takalar Darwis Sijaya menjaga lisannya. Apalagi, dia adalah wakil rakyat dari sebuah partai Islam bernama PKS.

Permintaan petani itu sebagai bentuk kemarahan. Setelah pimpinan lembaga terhormat itu menyebar berita bahwa program sapi untuk setiap kepala keluarga yang digagas Bupati dan Wakil Bupati Takalar, H Syamsari Kitta dan Achmad Se’re, sama sekali tak berjalan. Bahkan, Darwis Sijaya menyebut Bupati Takalar berbohong.

Atas pernyataan itu, sejumlah Kelompok Tani dari berbagai desa pun memberikan kesaksian. Itu sebagai reaksi atas pernyataan Darwis tersebut. Salah satunya, Ketua Kelompok Tani Desa Bentang, Daeng Ngago. Dia marah dengan pernyataan Ketua DPRD itu. Pasalnya, program sapi itu sudah berjalan selama dua tahun terakhir dan telah banyak kelompok tani yang menerima sapi dari Pemkab Takalar.

“Saya terus terang kaget dan pastimi marah waktu baca berita di media kalau Ketua DPRD Takalar bilangi pak Bupati bohong mengenai bantuan sapi setiap KK bagi petani. Justru saya mau bilang kalau Pak Darwis itu yang pembohong besar,” kata Daeng Ngago kepada wartawan, Rabu, 30 September 2020.

Bahkan kata Daeng Ngago, ketika pembagian sapi di Dinas Pertanian, justru Darwis Sijaya yang mendampingi Bupati, membagikan sapi kepada perwakilan kelompok tani.

Tokoh masyarakat Bentang itu pun meminta Darwis untuk berhati- hati bicara dan tidak menyebar hoaks, karena bisa merusak citra PKS sebagai partai Islam.

“Heran juga saya karena waktu acara pembagian sapi, Ketua DPRD hadir juga di situ ikut memberikan sapi kepada kelompok tani. Jadi saya minta kepada Pak Darwis untuk berhenti menyebarkan hoaks,” ungkap Daeng Ngago.

Pernyataan yang sama diungkap Ketua Kelompok Tani Bonto Kassi, Daeng Lapang. Dia juga kecewa dengan pernyataan Darwis Sijaya. Ia menegaskan, jika pernyataan politisi PKS itu adalah sebuah kebohongan besar.

“Kami terima bantuan sapi, terus berbohongnya di mana? Saat pembagian sapi, saya lihat Pak Ketua DPRD juga hadir,” ungkap Daeng Lapang.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Takalar Muhammad Hasby mengatakan, selama dua tahun kepemimpinan Syamsari Kitta bersama Achmad Se’re telah membagikan lebih 3.000 sapi. Hanya saja, untuk tahun ini tidak berjalan efektif karena anggaran semua dialihkan untuk penanganan Covid 19 berdasarkan instruksi dari Presiden RI.

“Sudah ada terbagi 3.000 sapi, dan itu masih akan terus bertambah, hanya saja untuk saat ini terkendala karena ada Covid 19,” beber Hasby.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkab Takalar

Berita Populer