Aswad Syam
Aswad Syam

Rabu, 23 September 2020 18:52

NJ, korban penganiayaan ibu kandung.
NJ, korban penganiayaan ibu kandung.

"Pak Aku Sayang Ibu, Tolong Jangan Ditangkap," Rengek Bocah Korban Penganiayaan ke Polisi Parepare

Masih ingat bocah perempuan 10 tahun yang dianiaya ibunya di Parepare. Dia merengek ke polisi agar ibunya jangan ditangkap.

PAREPARE, BUKAMATA - Masih ingat video viral ibu di Parepare yang pukul putrinya yang berusia 10 tahun pakai balok? Ibu yang bilang, "Menyesal sekalika lahirkan ini anak, kalau kutahu nakasi begini ka, tidak kukasi lahirki".

Ya, SF inisial ibu berusia 34 tahun itu. Dia menganiaya putrinya berinisial NJ (10). Sang ibu single parent atau orang tua tunggal. Suaminya sudah meninggal. Sang ibu kini diperiksa Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Parepare.

SF memukuli NJ gara-gara tidak mengikuti belajar online yang diselenggarakan sekolahnya. Meski luka lebam di kedua tangannya masih perih akibat pukulan balok ibu, NJ merengek pada polisi yang hendak menangkap ibunya.

“Pak Polisi, aku sayang ibu, tolong jangan ditangkap,” kata NJ.

Hal itu dibenarkan oleh Kanit PPA Polres Parepare Sulawesi Selatan Aipda Dewi Natalia Noya.

“Korban berharap agar kami tak menahan SF,” kata Dewi.

SF sebagai pelaku penganiayaan anak, kini masih menjalani pemeriksaan di Ruang PPA Polres Parepare, Sulawesi Selatan.

Ia terancam dikenai Pasal 44 ayat 1 Undang-undang 23 tahun 2004 ancaman 5 tahun penjara dan pasal 80 Ayat 1 Undang-Undang RI dengan ancaman hukuman 2,5 tahun penjara.

NJ sendiri menyesal lantaran tak mengikuti sekolah online beberapa hari. NJ dikenal sebagai juara kelas di sekolahnya.

Kasat Reskrim Polres Kota Parepare, Sulawesi Selatan Iptu Asian Sihombing membeber, sang ibu SF awalnya mendapatkan laporan dari guru putrinya, bahwa NJ tak mengikuti proses belajar online selama 10 hari terakhir.

SF kesal mendengar laporan itu. Kekesalannya bertambah lantaran anaknya NJ pergi ke rumah neneknya di Pinrang tanpa izin kepadanya.

SF semakin bertambah marah ketika NJ kembali ke rumah. SF ketika itu mendapati chat WhatsApp NJ dengan tantenya.

Pada tantenya, NJ mengaku bahwa ibunya berbohong mengenai ia yang tak pernah mengikuti belajar online.

Amarah SF memuncak. Ia lalu mengambil balok kayu dan memukul NJ.

Bermaksud untuk mengklarifikasi bahwa dirinya tak berbohong, SF merekam hukuman pada NJ itu dan mengirimkannya pada tante korban.

Namun, video yang dikirimkan ke keluarga almarhum suaminya itu kemudian viral.

“Awalnya saya hanya mengirim video itu ke sejumlah keluarga almarhum suami saya. Namun entah siapa yang membagikannya ke media sosial,” jelas SF di Ruang PPA Polres Parepare.

SF pun menyesal telah berbuat di luar kontrol terhadap anaknya. Ia mengaku, merawat seorang diri tiga anaknya sepeninggal almarhum suaminya.

#Penganiayaan #ibu aniaya anak #Parepare