Ibnu Kasir
Ibnu Kasir

Selasa, 22 September 2020 19:44

Komisioner Bawaslu Makassar, Sri Wahyuni.
Komisioner Bawaslu Makassar, Sri Wahyuni.

Bawaslu Makassar: Larang Massa Hadir atau Paslon Dipermasalahkan

Sri Wahyuni mengatakan, tidak membawa massa pada setiap kegiatan yang diikuti termasuk dari bagian menaati protokol kesehatan.

MAKASSAR - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Makassar mengingatkan agar seluruh pasangan calon Walikota dan Wakil Wali Kota Makassar untuk mematuhi protokol kesehatan pada setiap kegiatan yang dilakukan.

Komisioner Bawaslu Makassar, Sri Wahyuni mengatakan, tidak membawa massa pada setiap kegiatan yang diikuti termasuk dari bagian menaati protokol kesehatan.

"Kami selalu menyampaikan di setiap kesempatan. Kalau bertemu LO atau pasangan calon, kita minta untuk tidak membawa massa," kata Sri Wahyuni.

Sri menyebut, jika ada pasangan calon yang tidak menaati protokol kesehatan di tengah pandemi ini, maka akan diberikan sanksi administrasi, terlebih hal ini sedang menjadi perhatian berbagai pihak saat ini.

"Sanksinya paling misalnya teguran, separah-parahnya jangan sampai juga (Pilkada) ditunda toh. Tapi kalau misalkan Bapaslon mengabaikan itu, bahaya juga," ungkap Sri.

Terkait adanya massa yang datang sendiri ke lokasi tanpa dimobilisir, menurut Sri, hal itu memang dimungkinkan terjadi. Meski begitu, lanjutnya, pasangan calon tetap memiliki kewenangan untuk mengimbau bahkan melarang massa pendukungnya hadir di lokasi.

"Paslon dan timnya punya kewenangan untuk menghalau mereka, suruh pulang. Daripada mereka (paslon) yang dipersoalkan," kata Sri.

Diketahui, KPU Makassar akan menggelar pengundian nomor urut pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar, Kamis (24/9/2020). Tidak menutup kemungkinan, kegiatan ini akan menimbulkan konsentrasi massa yang cukup besar di lokasi kegiatan.

 

#Pilwalkot Makassar #Pilkada Serentak 2020

Berita Populer