BUKAMATA - Masker scuba dan buff disebut memiliki efektivitas rendah dalam menangkal virus, bakteri dan, debu.
Tingkat efektivitas keduanya antara 0-5 persen, angka ini jauh di bawah masker kain tiga lapis dengan persentase efektivitas 50-70 persen.
Praktisi klinis sekaligus relawan Covid-19, dokter Muhamad Fajri Adda'i mengungkapkan, masker scuba dibuat dari bahan tipis yang elastis. Selain itu masker jenis ini hanya terdiri atas satu lapisan kain dan punya kecenderungan melonggar.
"Masker scuba itu tipis satu lapis, tidak efektif, karena bahannya neoprene, cenderung elastis. Jika ditarik, pori akan membesar. Padahal kita butuh kemampuan filtrasinya," terang Fajri yang merupakan spesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi (paru) ini.
Merujuk pada penelitian ilmiah dalam jurnal ACS Nano belum lama ini, Fajri memaparkan, kemampuan electrostatic atau penyaring terhadap partikel-partikel yang lebih kecil jadi poin penting dalam kasus ini.
Bahan sutera atau silk empat lapis bisa menyaring banyak partikel, diikuti chiffon yang merupakan gabungan 90 persen poliester dan 10 persen spandeks, lalu flanel yang terdiri atas 65 persen katun dan 35 persen poliester.
Mengenai standar masker non-medis, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Satgas Covid-19 merekomendasikan kain tiga lapis yakni lapisan dalam yang menyerap, lapisan tengah untuk menyaring dan lapisan luar yang terbuat dari bahan seperti poliester.
Penelitian dari Universitas Illinois menemukan, tiga lapis kain 100 persen katun sama protektifnya seperti masker bedah atau medis.
Meski begitu, menurut Fajri, katun cult dua lapis sebenarnya sudah memberikan perlindungan. Jenis katun ini memiliki kerapatan 180 benang per inci dengan ketebalan 0,5 sentimeter.
"Cotton cult paling bagus untuk [menyaring] partikel besar dan lebih kecil, 180 thread per inci, ketebalannya setengah sentimeter," jelas Fajri dilansir Antara.
Bagi Anda yang sudah telanjur membeli masker scuba, Anda bisa melapisinya dengan dua lapis kain katun agar bisa lebih tebal.
"Memang belum ada sepertinya penelitian yang menguji kombinasi scuba dan katun dua lapis. Tetapi setidaknya katun dua lapisnya yang akan memberikan proteksi utama. Jadi mungkin katun duluan (di depan baru scuba)," tutur Fajri.
BERITA TERKAIT
-
8 Pandangan WHO Terhadap Situasi Covid Saat Ini
-
Setelah Mempertimbangkan Kategori Covid sebagai Flu Biasa, Kini Jepang Terapkan Aturan Tidak Wajib Masker
-
Jokowi Mengakhiri PPKM, Kasus Covid-19 Meningkat Menjadi 366 Kasus
-
Berlaku Hari Ini, Berikut Ketentuan Surat Edaran Perjalanan Domestik di Masa Pandemi
-
Resmi, Presiden Jokowi Sampaikan Langsung Pelonggaran Pemakaian Makser