Aswad Syam
Aswad Syam

Rabu, 16 September 2020 10:35

Erwin Aksa dan Yusuf Gunco
Erwin Aksa dan Yusuf Gunco

Tim Appi-ARB Rencana Laporkan Eep, Yugo: Paling Lambat Besok

Tim Hukum Appi-ARB, rencana melaporkan CEO PolMark, Eep Saefulloh Fatah ke polisi. Dasarnya, perbuatan tidak menyenangkan.

MAKASSAR, BUKAMATA - Buntut perseteruan Tim Appi-ARB dengan PolMark, tampaknya bakal berlanjut ke polisi. Saat ini, Ketua Tim Hukum Appi-ARB, Yusuf Gunco sementara melakukan rapat untuk teknis pelaporan ke Polda Sulsel.

Menurut pria yang akrab disapa Yugo ini, pelaporannya ke Polda paling lambat besok, Kamis, 17 September 2020.

"Saya memang mau lapor ke Polda soal Eep. Saya mungkin rapat tim hukum dulu, paling lambat besok pagi (melaporkan), kalau bisa ini hari diusahakan," kata dia.

Yugo bilang, ada dua hal yang saat ini menjadi fokus pelaporannya ke Polda nanti, yaitu soal penipuan dan perbuatan tidak menyenangkan yang diduga dilakukan oleh PolMark Indonesia pimpinan Eep Saefulloh.

"Jangan sampai sudah dibayar, tapi dia tidak jalankan (kewajibannya)," sebut Yusuf.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Appi-ARB, Erwin Aksa mengatakan, dasar pelaporan Eep adalah perbuatan tidak menyenangkan. "Saya akan lapor polisi perbuatan tidak menyenangkan," kata Erwin Aksa kepada wartawan, Rabu (16/9/2020).

Diberitakan sebelumya, Erwin Aksa sangat marah. Itu lantaran PolMark Indonesia membantah hasil survei yang dilakukannya di Pilkada Makassar. Padahal kata Erwin, pihaknya telah melakukan kontrak dengan lembaga milik Eep tersebut. Erwin pun mengaku memecat dan mengusir PolMark dari Makassar.

Namun Eep membantah adanya pengusiran dan pemecatan yang dilakukan Erwin Aksa. Menurutnya, pihaknya yang lebih dahulu mengundurkan diri. Eep membantah infografis survei yang disebarkan oleh tim Appi-Rahman. Menurutnya, itu bukan dari PolMark.

Eep juga bilang, tim Appi-ARB tak mungkin memecatnya. Pasalnya, hubungan kerjasama mereka adalah mitra sejajar. Bukan hubungan kerja antara atasan dan bawahan.

Sumber:Detik

#Appi-ARB #PolMark #Eep Saefulloh Fatah