LAMPUNG, BUKAMATA - Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Yan Budi Jaya mengatakan, secara resmi penusuk Syekh Ali Jaber, Alpin Andria (24), belum diperiksa di rumah sakit jiwa.
Namun, dokter dari Rumah Sakit Jiwa Kurungan Nyawa, telah memeriksa Alpin. Setelah diperiksa kata Kombes Yan, keterangan dokter, memang ada indikasi ke arah gangguan jiwa. Tapi itu kata Kombes Yan mengutip keterangan dokter, masih jauh dari gangguan kejiwaan.
“Pelaku belum kami antarkan ke rumah sakit jiwa dan pemeriksaan kejiwaannya pun belum dilaksanakan. Ini tidak serta merta langsung diantarkan ke rumah sakit jiwa, karena ada banyak item yang harus dilengkapi,” ungkapnya.
Sebelumnya, ayah Alpin, M Rudy (45) menyebutkan, putranya mengalami gangguan jiwa sejak 2016 lalu. Namun, beberapa tetangga menyangkal. Mereka mengaku melihat Alpin sehat-sehat saja.
Pihak Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Lampung, juga melakukan tracking database pasien atau warga yang pernah berobat di rumah sakit tersebut. Hasilnya, tidak ditemukan rekam medis pelaku.
“Sudah kita cari, dan ternyata tidak ada nama yang bersangkutan, kita cek mundur data dari 2020 sampai mundur ke 4 tahun belakangan. Namun, bisa saja pelaku berobat di tempat lain, mungkin bisa dikroscek lagi ke orang tuanya,” ujar Humas RSJ Provinsj Lampung David, dikuutip dari lampost.co, Senin, 14 September 2020.
David menambahkan, hingga pukul 13.30, pelaku belum dibawa kepolisian untuk dibantarkan ke RSJ, dan menjalani observasi. Biasanya, observasi akan dilakukan maksimal 14 hari untuk mengetahui kejiwaan seseorang.
Kemudian, hasilnya nanti dalam bentuk visum et repertum psikiatrum yang akan diserahkan ke pihak berwenang.
Alpin Andria menusuk Syek Ali Jaber pada Minggu, 13 September 2020 lalu. Sekitar pukul 16.30 WIB di Masjid Falahuddin, Tanjung Karang, Bandar Lampung.
Saat itu, Syekh Ali Jaber hendak memberikan hadiah sepeda kepada seorang santriwati yang menghafal alfatiha dengan benar. Saat itu, santriwati itu bersama ibunya di atas panggung. Hendak mengabadikan foto dengan Syekh Ali Jaber.
Karena kamera ponselnya jelek, Syekh Ali Jaber hendak meminjam ponsel jemaah. Saat itulah Alpin lari ke atas panggung. Syekh Ali Jaber mengira hendak dipinjamkan ponsel. Ternyata, Alpin malah mencabut pisau dan menghujamkan ke arah Syekh Ali. Untuk pendakwah asal Madinah itu sempat mengelak sehingga pisau hanya mengenai lengannya. Alpin telah ditetapkan sebagai tersangka.
BERITA TERKAIT
-
Terbakar Api Cemburu, Dua Perempuan Paruh Baya di Bone Bertikai, Berujung Penikaman
-
Satreskrim Polres Bone Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman di Sirkuit Balap
-
Usai Tikam Rekan Sendiri Pakai Badik, Pria di Bone Kabur dan Kini Dikejar Polisi
-
Kesal Sering Diumpat, Pemuda di Maros Tikam Rekannya saat Pesta Miras
-
Seorang ASN di Gorontalo Tikam Warga, Polisi Selidiki Motif Pelaku