Redaksi
Redaksi

Minggu, 13 September 2020 18:07

Ilustrasi
Ilustrasi

Bela Keponakannya, Pria Ini Tewas Ditikam Dua Preman

Seorang pria tewas dianiaya sekelompok preman. Itu saat dia membela keponakannya yang diganggu pelaku.

TULANGBAWANG, BUKAMATA -Adriyanto (29), tewas dengan sejumlah luka tusuk dan sayatan benda tajam. Dua pemuda pelakunya. Itu karena korban membela keponakannya.

Kapolsek Banjaragung Kompol Rahmin menceritakan kronologisnya. Peristiwa itu terjadi pada, Minggu, 13 September 2020 sekira pukul 00.30 WIB, di Jalan Kampung Wargamakmur Jaya, Kecamatan Banjaragung, Tulangbawang.

Sebelum kejadian pada, Sabtu malam, 12 September 2020, keponakan korban, Arif Nurhidayah, bersama teman wanitanya main ke rumah korban. 

Saat mengantarkan teman wanitanya pulang ke kontrakan berjalan kaki, keponakan korban tiba-tiba dianiaya dua orang pemuda. Arif lantas kembali ke rumah Adriyanto dan menceritakan kejadian yang dialaminya.

Di saat itu juga, korban lalu meminta Arif mengantarkan teman wanitanya menggunakan motor. Namun tidak berselang lama, korban justru mendapatkan kabar melalui telepon, jika keponakannya kembali diganggu dua orang pemuda yang sedang berada di taman WMJ Kampung Wargamakmur Jaya.

"Saat korban datang ke lokasi, ternyata memang benar keponakannya sedang diganggu dua orang pelaku. Korban dan para pelaku sempat ribut, lalu para pelaku langsung mencabut sajam milik mereka dan menusukkannya ke badan korban, kemudian para pelaku langsung kabur," kata Rahmin.

Korban Adriyanto, lanjut Rahmin, sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Mutiara Bunda Unit ll Banjaragung. Namun ia akhirnya tewas pada pukul 02.22 WIB, akibat luka tusukan dan sayatan dari senjata tajam pelaku.

"Korban mengalami luka tusuk senjata tajam di bagian dada sebelah kiri, luka sayat di leher bagian kiri, dan luka tusuk dibagian punggung sebelah kanan," tandas Rahmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pembunuhan