JEMBER, BUKAMATA - Minggu malam, 30 Agustus 2020. Hadi sedang memberi makan burungnya di rumahnya, di Jl Trunojoyo, Kepatihan, Kaliwates, Jember. Tiba-tiba dia mendengar suara teriakan minta tolong. Arahnya dari sebuah rumah kos di dekat rumahnya.
Hadi kemudian menghubungi ketua RT, Rahmad. Juga warga lainnya. Mereka lalu bersama-sama membangunkan ibu kos. Mereka menggedor-gedor pintu ibu kos.
"Ada apa?" ujar ibu kos saat pintu terbuka.
"Ada suara minta tolong dari kamar kos," ujar Hadi.
Mereka kemudian memeriksa kamar kos di situ. Saat memeriksa kamar kos yang ditempati Adi Himawan Fahmi (30), warga mendapati pria yang dikenal sebagai waria itu sudah dalam kondisi terkapar. Darah membasahi dada hingga lehernya.
Dia hanya mengenakan CD dan bra. Juga ada alat kontrasepsi. Awalnya dikira sudah mati. Tapi kemudian kakinya gerak-gerak. Begitu tahu korban masih hidup, korban dilarikan ke Rumah Sakit Bina Sehat.
Sementara itu, warga yang lain terus memeriksa setiap sudut kamar kos. Warga mengira Fahmi merupakan korban pelaku pencurian. Mereka pun melakukan pengepungan.
Saat melakukan pemeriksaan itulah, warga melihat ada sosok bayangan pria di lantai kamar kos. Kecurigaan warga kemudian tertuju ke pria tersebut. Warga lalu meneriaki pria itu agar turun.
Tapi dia tidak mau turun. Akhirnya warga mengontak polisi. Begitu polisi datang, pria itu menyerahkan diri.
Ketua RT, Rahmad Dwiyono mengatakan, pria yang ditangkap itu diketahui bernama Waleed Hussain Enad (40). Waleed tercatat sebagai WN Irak.
Dia tinggal di Kecamatan Tanggul, Jember dengan status sebagai pengungsi UNHCR.
"Ada kartu UNHCR (Komisioner tertinggi di PBB yang mengurusi pengungsi). Jadi kemungkinan dia ini pengungsi. Tapi nanti kita cek lagi untuk memastikan status terduga pelaku ini," kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Frans Delanta Kembaren, Senin (31/8/2020).
Belum diketahui sejak kapan pria bernama Waleed Hussain Enad itu tinggal di Kecamatan Tanggul. Demikian juga aktivitas keseharian pria berusia sekitar 40 tahun itu.
"Ini kita masih lidik. Sebab ketika ditanya bilangnya hanya tinggal di Tanggul. Dia juga nggak bisa bahasa Indonesia," tambah Frans.
Mengenai hubungan Waleed dengan korban, menurut Frans keduanya memang saling kenal. Bahkan saat kejadian, Waleed datang ke tempat kos korban karena sudah janjian.
"Tapi hubungannya seperti apa kita belum tahu. Apakah hubungan bisnis atau teman dekat, masih kita dalami," ujarnya.
Mengenai kondisi korban, menurut Frans masih dirawat di RS Bina Sehat. Korban belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya masih kritis.
Polisi masih memeriksa intensif WN Irak itu dengan mendatangkan seorang penerjemah.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Terbakar Api Cemburu, Dua Perempuan Paruh Baya di Bone Bertikai, Berujung Penikaman
-
Satreskrim Polres Bone Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman di Sirkuit Balap
-
Usai Tikam Rekan Sendiri Pakai Badik, Pria di Bone Kabur dan Kini Dikejar Polisi
-
Kesal Sering Diumpat, Pemuda di Maros Tikam Rekannya saat Pesta Miras
-
Seorang ASN di Gorontalo Tikam Warga, Polisi Selidiki Motif Pelaku