Redaksi
Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2020 07:04

Garis polisi masih dipasang di kontrakan, lokasi ditemukannya mayat dalam karung. (Foto: Hasan Kurniawan/Sindo).
Garis polisi masih dipasang di kontrakan, lokasi ditemukannya mayat dalam karung. (Foto: Hasan Kurniawan/Sindo).

Mayat Janda di Dalam Karung, Pacar Korban Menghilang

Sesosok mayat wanita dalam karung ditemukan membusuk, di dalam salah satu kontrakan di Tangerang Selatan. Korban seorang janda. Satu anak.

TANGSEl, BUKAMATA - Selasa, 25 Agustus 2020. Yati (37) mencium bau tak sedap di rumah kontrakannya, di Jalan Kebantenan, RT03/08, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Ada tiga petak kontrakan di situ. Yati di bagian paling kanan, di belakang masjid Nurul Iman. Di tengah dikontrak seorang sekuriti Japos bernama Nizar (42), dan di pojok paling kiri dikontrak Imey (37).

Yati terus mengendus bau itu, mengira bau bangkai tikus. Dia pun menyusuri got, mengira bangkai itu ada di sana. Namun nihil. Saat dia hendak masuk ke dalam rumah, dia melihat banyak lalat keluar dari lubang angin kontrakan Nizar.

Yati dan tetangga lainnya Imey kemudian mencurigai ada bangkai di dalam kontrakan itu. Ternyata benar. Di dalam sebuah karung, ditemukan bangkai wanita yang sudah membusuk. Penuh darah. Diduga sudah tiga hari.

Polisi dari Polsek Pondok Aren pun mendatangi lokasi. Memberi garis polisi dan membawa mayat untuk diautopsi.

Menurut Imey, korban bernama Haryati, seorang janda beranak satu. Dia berpacaran dengan penyewa kontrakan, Nizar. Sampai saat ini, pacar korban menghilang.

Nizar di mata Imey, dikenal sebagai sosok yang pendiam. Sehari-hari, Nizar bekerja sebagai satpam di Perumahan Japos. Jarak tempat Nizar bekerja dengan rumah kontrakannya tidak begitu jauh. Dapat ditempuh berjalan kaki.

Imey bilang, dia melihat Haryati datang ke kontrakan itu, Sabtu, 22 Agustus 2020. Kemudian Imey mengaku terakhir melihat Nizar yang diduga pelaku pembunuh, keluar setelah magrib.

"Pelaku keluar setelah Magrib. Korban main Sabtu siang. Pelaku orangnya pendiam, sopan, ramah, ketemu negor," kata Imey dilansir dari Sindo.

Nizar kata dia, sudah cukup lama mengontrak di belakang Masjid Nurul Iman itu. Selama itu, warga tidak pernah mendengar adanya masalah dari pria ini. Semua terlihat damai-damai saja.

"Mereka pacaran, tetapi enggak tinggal tetap di sini. Cuma ceweknya sering main. Cowoknya kerja satpam di Perumahan Japos. Korbannya janda anak satu, ibu rumah tangga infonya. Enggak kerja," sambungnya.

Saat bertemu tetangga kiri dan kanan, Nizar kerap bertegur sapa. Namun, hanya sebatas itu. Lalu kembali masuk ke dalam rumah. Waktunya, lebih banyak dihabiskan di dalam rumah.

"Kalau buka pintu, jemur baju, suka negor. Ya, kalau ngobrol lama, kemarin pas bakar-bakar sate waktu Lebaran Haji. Jadi dia tinggal berdua sama temannya si Sigit. Tetapi si Sigit cuma numpang tidur saja di sana," jelasnya.

Imey mengaku terakhir melihat Nizar dan korban pada Sabtu siang itu. Setelah itu Nizar pergi magrib dan tak pernah lagi kembali.

Pada Sabtu itu, Imey mengaku tak mendengar keributan. Juga suara minta tolong dan sebagainya.

Imey saat itu terlihat mengepel rumahnya dengan deterjen dan kopi. Namun, bau busuk tak juga hilang. Tetangga pojok kanan, Yati sudah mengungsi. Imey masih tinggal, karena suaminya jadi saksi di Polsek Pondok Aren.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Mayat dalam karung #Tangerang Selatan #Pembunuhan

Berita Populer