MAKASSAR, BUKAMATA - Pandemi Covid-19 telah memasuki era “New Normal” di mana masyarakat dalam menjalankan aktivitas normal, diwajibkan menerapkan protokol kesehatan. Ini untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19, sebelum ditemukannya vaksin. Beberapa di antaranya yaitu memakai masker saat keluar rumah, mencuci tangan dan seterusnya.
Hingga saat ini, penunjang kebutuhan akan pencegahan wabah Covid-19 masih dibutuhkan. Hal inilah yang membuat Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) Indonesia Section, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) AKBA, Balla Cerdas dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Selatan, menyalurkan sebuah alat berupa Automatic Handwash Portable Machine (Mesin Pencuci Tangan Otomatis) ke 10 titik berbeda.
Di antaranya, Puskesmas Mangasa, RSUD Haji, RS Bhayangkara, RSUD Labuang Baji, RS TK II Pelamonia, LLDIKTI Wilayah Sulawesi, RS Islam Faisal, Rindam XIV Hasanuddin, RSUP DR Wahidin Sudirohusodo dan RSUD Makassar.
Prof. Dr. Eng. Wisnu Jatmiko, S.T., M.Kom selaku Ketua IEEE Indonesia Section mengatakan, fokus bantuan diberikan di Kota Makassar karena masih berstatus zona merah di banding wilayah Indonesia lainnya.
“Bantuan ini kami arahkan ke Indonesia Timur khususnya Kota Makassar yang masih berstatus Zona Merah, dengan harapan Automatic Handwash Portable Machine ini dapat mempermudah masyarakat untuk selalu melakukan kebiasaan baik dengan mencuci tangan, agar dapat meminimalisir penularan Covid-19,” ujarnya.
Sementara itu Muhammad Rizal, S.Kom., M.T. selaku Chief of Technology Officer (CTO) Balla Cerdas, yang juga berperan sebagai Ketua Tim Proyek Automatic Handwash Portable Machine di sela sesi pendistribusian, menyampaikan secara langsung kelebihan alat yang dibuatnya.
“Setelah berkoordinasi dengan IEEE Indonesia Section, kami merancang alat Automatic Handwash Portable Machine ini. Mencuci tangan tidak perlu lagi menyentuh apapun. Dengan sensor proximity, cukup mendekatkan tangan pada keran air dan sabun, maka secara otomatis air dan sabun akan keluar, sehingga meminimalkan risiko penularan virus Covid-19 melalui keran. Mesin ini juga bersifat portable yang artinya mudah dipindahkan karena dilengkapi dengan roda dan dapat ditempatkan di manapun baik indoor maupun outdoor, karena memiliki penampungan air dan energi listrik tersendiri. Jika energi listrik pada automatic handwash ini dalam keadaan kurang/low battery, maka pengoperasian cuci tangan dapat dialihkan ke mode manual menggunakan pedal, sehingga baik mode otomatis maupun manual pengoperasiannya tidak perlu menggunakan tangan yang merupakan objek vital pada tubuh manusia sebagai perantara penularan virus Covid-19,” paparnya.
Kepala Cabang ACT Sulawesi Selatan, Catherin Imran berharap, dengan hadirnya alat karya anak bangsa dapat semakin memotivasi masyarakat untuk rajin mencuci tangan di era new normal saat ini.
“Automatic Handwash Protable karya teman-teman dari IEEE Indonesia Section yang berkolaborasi dengan Balla Cerdas dan STMIK AKBA ini, merupakan produk anak bangsa yang menjadi solusi bagi masyarakat untuk rajin mencuci tangan tanpa harus melakukan kontak langsung dengan alat,” imbuhnya.
Dengan demikian, hadirnya alat Automatic Handwash Portable Machine ini, dapat manjadikan masyarakat untuk lebih disiplin mencuci tangan, sesuai imbauan pemerintah di era new normal seperti sekarang ini.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Survei Median: Publik Tak Percaya Lembaga Amal Pasca Kasus ACT
-
Khawatir Hilangkan Barang Bukti, Polisi Tahan Empat Tersangka Kasus ACT
-
Diduga Mengalir Ke Luar Negeri, BNPT Investigasi Aliran Dana ACT Ke India dan Turki
-
Dinsos Makassar Bakal Segel Kantor ACT Sulsel Pekan Depan
-
DPR Sebut ACT memiliki kontribusi Penting, Pencabutan Izin Keputusan yang Tergesa-gesa