Aswad Syam
Aswad Syam

Rabu, 12 Agustus 2020 13:58

Ilustrasi
Ilustrasi

Marah Dipanggil Ustaz, Pria Ini Bunuh Temannya

Palu hakim PN Palembang sudah jatuh. Reksa dihukum 14 tahun penjara. Dia telah membunuh Adi dengan menggunakan sebilah pisau.

PALEMBANG, BUKAMATA - Seorang pria di Palembang, divonis bui 20 tahun, Selasa, 11 Agustus 2020 di Pengadilan Negeri Palembang. Itu lantaran bersalah telah membunuh temannya. Padahal, korban sebentar lagi akan menikah dengan kekasihnya.

Maintariksa alias Reksa (23) divonis bersalah. Dia telah membunuh temannya, Adi Saputra (20). Dua pekan sebelum pembunuhan terjadi, korban telah merencanakan pernikahan dengan kekasihnya.

Pembunuhan itu terjadi Kamis, 13 Februari 2020 lalu di Jalan Kemas Rindo, Lorong Keluarga, Rt 15 Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang.

Saat itu, sekira pukul 17.30 WIB. Terdakwa Reksa menghampiri Korban Adi yang sedang duduk-duduk dengan salah seorang temannya. Tanpa banyak bicara, terdakwa langsung menusukkan pisau ke arah korban sebanyak dua kali.

Akibatnya korban mengalami luka tusuk dari arah perut hingga tembus ke lengan bawah kiri, yang menyebabkan kematian.

Terdakwa marah. Korban selalu memanggilnya dengan sebutan Ustaz. Pada kesempatan itu, terdakwa pun lantas menghujamkan pisau ke korban.

Seperti diketahui, kasus pembunuhan ini sempat menghebohkan lantaran menimpa seorang calon pengantin yang sudah hampir 100 persen mempersiapkan acara pernikahannya.

Sebelum pembunuhan terjadi, terdakwa juga sempat menganiaya korban namun kemudian ditempuh jalur kekeluargaan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Atas perbuatannya, JPU menuntut terdakwa dengan hukuman 14 tahun penjara.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana pasal 340 KUHP. Hal-hal yang memberatkan, terdakwa tidak merasa bersalah dan pernah masuk kurungan sebanyak dua kali. Sementara untuk hal-hal yang meringankan terdakwa, tidak ada," tegas ketua majelis hakim, Magapule Manalu yang langsung mengetuk palu tanda sahnya putusan.

Namun ternyata vonis hakim jauh lebih berat dibandingkan tuntutan JPU. Sementara itu saat diminta tanggapan mengenai putusan hakim yang dijatuhkan terhadapnya, dengan suara lemas Reksa mengaku menerimanya.

Meski hanya menyaksikan jalannya persidangan dari balik layar monitor karena sidang digelar secara virtual, namun terlihat jelas raut kesedihan dari wajah terdakwa.

"Iya yang mulya, saya terima (putusan hakim)," ujarnya dengan suara lemas.

Pernyataan berbeda, disampaikan penasihat hukum terdakwa dari Posbakum PN Palembang, Rizal SH.

Menurutnya, vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap kliennya begitu berat.

"Hakim tidak mempertimbangkan langkah dari klien kami yang datang ke polsek, menyerahkan diri dan mengakui perbuatannya," ujar dia.

Selain itu, menurutnya, selama persidangan terdakwa juga bersikap kooperatif dan jelas dalam memberikan keterangan dan mengakui kesalahannya.

"Untuk itu kami akan membahas ini lagi bersama terdakwa. Kalau memang memungkinkan, akan dilakukan banding karena memang putusan ini menurut kami sangat berat dan tidak sesuai," tambahnya.

#Pembunuhan

Berita Populer