Redaksi
Redaksi

Kamis, 06 Agustus 2020 14:59

Para pelaku pemerkosaan gadis Pangkep di Mapolres Pangkep.
Para pelaku pemerkosaan gadis Pangkep di Mapolres Pangkep.

Satu Pelaku Tak Sempat Ikut Perkosa Gadis ABG Pangkep karena Tak Melihat Korban di Dalam Rumah

Salah satu pelaku tak sempat ikut memperkosa. Pasalnya, dia tak menemukan korban di dalam rumah, usai digilir tiga pelaku lainnya.

PANGKEP, BUKAMATA - Arfan (27), salah satu dari empat pelaku pemerkosaan SH (18), gadis ABG asal Pangkep, harus memendam birahinya.

Malam itu, Sabtu, 1 Agustus 2020, dia dihubungi Arif (30) dan Wahyu (30). Dia diminta datang ke rumah Arif, tempat korban SH diperkosa secara bergiliran.

Namun saat Arfan tiba, rumah sudah dalam keadaan gelap. Arfan berkeliling ruangan. Namun dia tak menemukan SH di dalam rumah.

"Kan dua orang temannya toh, yang Y ini dia ikut melakukan. Terus temannya yang satu ini, karena dia masuk juga, kan keadaan gelap, dia cari-cari, ndag dia dapat, ndag jadilah dia," ungkap Kasubag Humas Polres Pangkep, Aipda Agus Salim.

Sebelumnya, Wahyu dan Arif juga menghubungi rekannya sesama sopir truk, Yusuf (28). Yusuf masih sempat mendapati SH di dalam kamar. Dia lantas ikut menikmati tubuh gadis ABG itu.

Setelah itu, SH dibawa ke halaman rumah. Di situ dicekoki minuman keras hingga muntah-muntah. Saat Arfan mencari SH di dalam rumah, saat itulah SH terkapar di halaman rumah itu hingga pagi.

Diberitakan sebelumnya, sehari setelah lebaran Iduladha, Sabtu, 1 Agustus 2020, SH (18) pamit kepada orang tuanya. Hendak ke rumah temannya, N. Orang tuanya mengizinkan, karena sudah mengenal N. Lagi pula dalam momentum Iduladha.

Namun orang tua SH tak tahu, kalau putrinya sudah janjian dengan DA (17), mantan pacar SH. DA datang menjemput SH di rumah N. Dia menjemput dengan mobil. DA tak sendiri. Ada Arif (30) dan Wahyu Ali (30) di dalam mobil.

Mereka lantas ke tempat karaoke. Puas menyanyi, DA lalu membawa SH ke rumah Arif. Rumah kebetulan sedang kosong. Di rumah itu, korban SH dicekoki dengan minuman keras.

DA lalu memutar film porno dan menontonnya bersama SH. Tak lama, keduanya mempraktikkan adegan dalam film porno itu. Arif, si tuan rumah, merekam aksi mesum DA dan SH secara sembunyi-sembunyi.

Usai DA dan SH berhubungan badan, tiba-tiba ponsel SH berbunyi. Ada pesan masuk lewat chat WhatsApp-nya. Dari Arif. Ketika dibuka, sebuah foto dan rekaman mesum dirinya dan DA.

"Mau diviralkan atau kau layani saya," tulis Arif.

SH pun dengan berat hati melayani Arif. Dari pada diviralkan. Di dalam kamar itu, juga ada Wahyu. SH melayani keduanya bersamaan.

Usai itu, SH lantas kembali dicekoki dengan miras, sambil terus dilecehkan Arif dan Wahyu. Keduanya lantas menelepon Yusuf (28), rekannya sesama sopir truk. Yusuf lalu ke rumah Arif, dan mendapati SH sudah tak berdaya. Yusuf pun ikut melampiaskan birahinya.

Setelah Yusuf, Arif dan Wahyu juga menghubungi rekannya yang lain bernama Arfan (27). Namun, Arfan tidak sempat menyetubuhi SH. Karena pada saat itu suasana di dalam rumah gelap dan Arfan tak mendapati SH.

Korban yang sudah tidak berdaya, akhirnya ditinggalkan terkapar di halaman rumah pelaku hingga pagi.

Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji mengatakan, atas perbuatannya, keempat pelaku dijerat dengan Pasal 285 subsider Pasal 286 juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemerkosa gadis Pangkep #Pangkep #Pemerkosaan di Pangkep

Berita Populer