BUKAMATA, GOWA - Anggota DPD RI, Ajiep Padindang memuji realisasi dana desa Kabupaten Gowa yang sudah mencapai diatas 80 persen. Hal ini diungkapkan saat dirinya melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Gowa, Kamis (6/8/2020).
"Alasan kami memilih Gowa sebagi lokasi karena realisasi dana desa jauh lebih maju dibandingkan daerah lain yakni sudah mencapai diatas 80 persen, bahkan diperkirakan sekitar Agustus atau September akan mencapai 100 persen, ini adalah kemajuan yang sangat menarik," ungkap Ajiep Padindang.
Selain itu, Ajiep Padindang membeberkan tujuannya melakukan kunker untuk memantau dana transfer ke daerah yang terjadi penurunan khususnya dana alokasi khusus (DAK), DID, DAU ditengah pandemi ini.
"Apa yang dirasakan oleh Kabupaten Gowa memang sama dengan daerah lain terjadi penurunan dana transfer ke daerah dikarenakan pandemi ini seperti DAK yang menjadi kewenangan dari pemerintah pusat," kata Ajiep Padindang.
Tak hanya itu, pihaknya mengaku juga mendorong hasil pemeriksaan BPK yang ditindak lanjuti oleh pemerintah daerah agar bisa ditimgkatkan sampai 90 persen karena saat ini tindak lanjut pemda sudah mencapai 80an persen.
Menanggapi hal ini, Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malaganni menyambut baik kedatangan anggota DPD RI tersebut.
Pada kesempatan itu dirinya mengungkapkan di tahun 2020 ini pengelolaan transfer ke daerah dan dana desa tahun anggaran 2020 di Gowa terjadi penyesuain dikarenakan adanya penanganan pandemi Covid-19 yang menjadi ancaman membahayakan perekonomian nasional dan Pepres 72 tahun 2020.
"Alokasi dana transfer kabupaten gowa mengalami penyesuaian atau pengurangan sebesar Rp.108,3 miliar. Imbas dari regulasi ini berakibat juga terhadap pengurangan alokasi dana desa sebesar Rp.1.307 miliar sebagai gambaran bahwa dana desa pemerintah kabupaten gowa selama kurun waktu 5 tahun terakhir mengalami peningkatan rata-rata 23 persen pertahun, tetapi pada tahun anggaran 2020 alokasi dana desa mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 0,6 persen," jelas Abd Rauf Malaganni.
Kendati demikian dirinya berharap pandemi ini bisa segera berlalu agar perekonomian nasional khsusunya Kabupaten Gowa bisa kembali seperti sebelumnya yang bermuara terhadap kesejahteraan masyarakat.
TAG
BERITA TERKAIT
-
KPH Jeneberang Bantah Terjadi Perambahan Hutan di Gowa
-
Rawan Eksploitasi, Aktivis Lingkungan Sorot Perubahan Status Kawasan Hutan di Bawakaraeng
-
Dibabat Habis di Hulu, Puluhan Hektare Hutan Lindung di Gowa Gundul Akibat Ilegal Logging
-
Filosofi di Balik Logo Baru HJG Ke-705: Ujung Badik, Embun, dan Tangan Pakarena
-
Pemprov Sulsel Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Program Mandiri Benih Kentang di Gowa