Aswad Syam
Aswad Syam

Rabu, 05 Agustus 2020 10:47

Ilustrasi
Ilustrasi

Pemilik Ponsel Maafkan Petani yang Mencuri Demi untuk Belajar Daring Putrinya, Ini Alasannya

AT memaafkan A, buruh tani yang mencuri ponsel ayahnya. Ini alasannya.

GARUT, BUKAMATA - Seorang ayah berinisial A di Garut, terpaksa mencuri smartphone. Putrinya sudah seminggu tidak ikut belajar daring. Penyebabanya, karena putrinya tidak memiliki ponsel.

Sang ayah akhirnya mencuri ponsel milik seorang kenalannya. Saat itu, sang ayah diminta untuk memperbaiki perabot rumah tangga. Kesempatan itu digunakan untuk menggasak sebuah ponsel. Akhirnya, ponsel tersebut bisa dipakai putrinya belajar daring, sebelum akhirnya terbongkar.

Anak korban, AT mengatakan, ayahnya sudah memaafkan aksi A.

"Bapaknya mengakui bahwa HP itu milik orang tua saya. Saya minta si bapak datang ke rumah menemui ayah saya, agar tidak ada salah paham. Dia sudah datang ke rumah dan ayah saya sudah memaafkan," kata AT, Selasa kemarin.

Aksi A mencuri ponsel, dilakukan sebulan lalu. Aksi pencurian itu sempat dilaporkan keluarga AT ke Polsek Tarogong Kaler. Senin (3/8/2020) lalu, AT berinisiatif untuk menelusuri jejak ponsel milik ayahnya.

Hal tersebut membuahkan hasil. Berkat bantuan seorang teman, AT berhasil menemukan titik di mana HP tersebut aktif. Dia kemudian langsung meluncur ke lokasi dan tibalah di rumah A.

Bukan marah dan bahkan menghajar sang pelaku, AT justru terenyuh saat tiba di rumah A. Hatinya bergetar, tatkala melihat kondisi rumah yang amburadul.

A menangis di hadapan AT, saat menceritakan dia nekat mencuri lantaran anaknya tertinggal sekolah yang pelajarannya saat ini dilaksanakan via online.

A bercerita kepada AT, bahwa anaknya sudah 10 hari tertinggal belajar online bersama teman-temannya. Sebab, tak ada satu pun orang yang punya ponsel di keluarga A.

"Saya yakin tujuannya (nyuri HP) memang untuk agar anaknya belajar," ucap AT.

AT sangat meyakini, A mencuri ponsel milik ayahnya agar sang anak dapat belajar di rumah via daring. Sebab, saat kejadian, di rumahnya terdapat dua unit ponsel dan laptop. Namun, hanya satu ponsel saja yang dicuri A.

"Karena cuma satu HP yang diambil, padahal ada satu HP lain dan satu laptop," katanya.

AT menambahkan, dirinya mengaku prihatin dengan kondisi keluarga A yang hidup di bawah garis kemiskinan. Dia dengan ikhlas memaafkan A atas aksinya.

"Kondisi rumahnya memang sangat memprihatinkan. Kalau HP habis batre, ngecasnya aja di rumah tetangga. Jadinya kita tidak perpanjang, karena kasihan juga," tutup AT.

#Pencuri ponsel #Pencurian #Belajar daring #Belajar online

Berita Populer