Aswad Syam
Aswad Syam

Sabtu, 01 Agustus 2020 10:31

Tiga siswa yang menjadi pelaku perampokan toko emas di Tenggarong.
Tiga siswa yang menjadi pelaku perampokan toko emas di Tenggarong.

Demi Ponsel untuk Belajar Daring, Remaja Ini Nekat Rampok Toko Emas

Perampokan sebuah toko emas terjadi di Tenggarong, Kaltim. Namun gagal. Pelaku masih duduk di bangku SMA.

KUTAI KARTANEGARA, BUKAMATA - Kamis, 30 Juli 2020. Di Toko Emas Malika Jaya, Tenggarong, empat remaja masuk ke dalam toko. Mereka MR (22), MA (16), AJ (16) dan MH (16).

Mereka mengeluarkan senjata tajam dan pistol replika. Para pelaku mengancam pedagang toko emas. Namun, korban justru berteriak dan mengundang perhatian pedagang sekitar.

Warga hingga pedagang lain mengepung ketiganya. Salah satu pelaku, MA, berhasil dibekuk warga. Sementara AJ dan MH berhasil kabur.

Tak lama, AJ dan MH ditangkap di Kabupaten Penajam Paser Utara. Keduanya ditangkap di hari yang sama saat aksi perampokan terjadi.

MR adalah otak. Sedangkan tiga remaja itu masih duduk di bangku SMA di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Mereka nekat melakukan perampokan toko emas, karena membutuhkan sejumlah uang untuk membeli handphone (HP). HP itu rencana akan digunakan untuk mengikuti sistem belajar online yang sedang digencarkan oleh pemerintah pusat di tengah situasi pandemi Corona (Covid-19).

"Karena saya butuh uang untuk memberi HP untuk belajar online maka saya mau saja," kata salah seorang pelaku, MA (16), Sabtu (1/8/2020).

Otak perampokan, MR (22), berjanji kepada ketiga pelajar itu, akan memberikan imbalan sebesar Rp50 juta, jika ketiganya berhasil merampok toko emas.

Namun, MR juga mengancam kepada ketiga pelaku. Jika tak bersedia merampok toko emas, maka ketiganya akan ditembak.

"Dia (MR) yang merencanakan saya dipaksa ikut karena saya pernah difoto berdua bersama dia, dia ngomong kalau dia tertangkap dia akan ngaku bahwa kami adalah kelompoknya, dia juga mengancam kalau tidak ikut kami akan ditembak," kata MA.

Sementara AJ, memiliki motif lain. AJ berniat membayar hutang ayahnya.

"Saya mau bantu bapak saya bayar hutang, bapak saya saat ini menjalani masa hukuman di Lapas Samarinda atas kasus peredaran narkoba," kata AJ.

Ketiganya ditahan di sel Polres Kukar usai aksi perampokannya gagal. Para pelaku dijerat pasal 365 KUHP junto pasal 53 KUHP junto pasal 2 UU darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

#Perampok