RANTEPAO, BUKAMATA - Mengenakan baju kaus putih kombinasi merah, Kang Ujang memperlihatkan kertas putih berisi hasil rapid test-nya. Kertas putih itu rencana adalah dokumen yang hendak dipakai untuk perjalanan keluar dengan pesawat.
Surat itu dari RS Lakipadada. Di situ tercantum, hasil rapid test-nya non reaktif. Namun dia kecewa dengan sebuah video yang viral. Video berisi pernyataan Kadis Kesehatan Toraja Utara, Elizabeth R Zakaria.
Dalam video itu, Elizabeth menyatakan, ada pemilik warung asal Brebes yang positif Covid-19. Dia hendak berangkat dengan pesawat keluar Torut tanggal 16 Juli.
Menurut Elizabeth, sebelum berangkat dia dirapid test. Hasilnya non-reaktif. Saat mau berangkat, dirapid test lagi hasilnya reaktif. Lalu langsung di-swab test, hasilnya kata Elizabeth, positif.
Persoalannya kata Elizabeth, dia masih menjual saat dinyatakan positif. Dia baru tutup tiga hari terakhir.
"Jadi siapa saja yang makan 6 hari sebelumnya, segera ke Puskesmas untuk memeriksakan diri. Supaya kami bisa lacak. Supaya bisa didata siapa saja yang kontak langsung," ujar Elizabeth dalam video itu.
Menurut Elizabeth, hasil swab dikeluarkan RS Lakipadada. Yang bersangkutan kata Elizabeth, adalah orang tanpa gejala (OTG). Elizabeth pun meminta lurah setempat, untuk melakukan penyemprotan disinfektan di warung itu.
Sementara itu, Kang Ujang didampingi pemilik tempat yang dia sewa, Ronny, menampik kalau dirinya positif. Ronny bilang, Kang Ujang adalah orang Brebes yang sudah bertahun-tahun tinggal di Toraja Utara.
Di berjualan batagor di warung yang dia sewa dari Ronny. Kang Ujang menampung 5 karyawan. Memang ada dua yang kemudian dikarantina di RS Lakipadada karena dinyatakan positif. Itu pun salah satu karyawannya hasilnya belum keluar.
"Tapi yang beredar orang Brebes yang positif. Saya orang Brebes. Saya pemilik warung ini sehat-sehat saja. Saya sudah dites di Lakipadada. Hasilnya nonreaktif," ujar Ujang.
Ujang bilang, dia memang dari Brebes pada 16 Juli. Tiba kembali ke Rantepao 22 Juli. Dia bawa hasil rapid test dari sana. Hasilnya juga non-reaktif.
"Kalau yang terindikasi Covid-19 itu karyawan saya. Sekarang di RS Lakipadada. Dikarantina di sana dua orang.Yang satu orang belum ada keputusan sampai sekarang. Padahal dites swab sama-sama," tambah Ujang.
"Untuk masyarakat Rantepao, saya mengklarifikasi bahwa saya tidak kena," ujarnya memperlihatkan hasil rapid test berkop RS Lakipadada.
Ujang juga memohon kepada Kadis Kesehatan, untuk mengklarifikasi kembali video yang telanjur viral, yang membuat warungnya sepi pengunjung.
BERITA TERKAIT
-
Gubernur Sulsel Tinjau Lokasi Pembangunan Jembatan Sungai Malango di Toraja Utara
-
8 Pandangan WHO Terhadap Situasi Covid Saat Ini
-
Setelah Mempertimbangkan Kategori Covid sebagai Flu Biasa, Kini Jepang Terapkan Aturan Tidak Wajib Masker
-
Jokowi Mengakhiri PPKM, Kasus Covid-19 Meningkat Menjadi 366 Kasus
-
Berlaku Hari Ini, Berikut Ketentuan Surat Edaran Perjalanan Domestik di Masa Pandemi