MASAMBA, BUKAMATA – Sisa-sisa banjir tampak memporak-porandakan Masamba, Luwu Utara pagi ini. Lumpur setinggi hingga dua meter di jalan, membuat lalu lintas Trans Sulawesi lumpuh.
Di depan masjid Syuhada Masamba, tampak beberapa mobil terjebak lumpur. Bagian bodinya tenggelam dalam lumpur yang mulai mengering.
banjir menyerang jelang dini hari, Senin, 13 Juli 2020 malam tadi. Banjir bandang tiba-tiba menyerang permukiman warga. Banjir disertai lumpur, memporak-porandakan bangunan dan menyeret sejumlah rumah warga. Bahkan seorang bocah raib ditelan arus banjir.
Amir, seorang warga, menyaksikan detik-detik bocah tiga tahun bernama Nabil itu, menghilang terbawa arus. Saat itu, Amir sedang berusaha menolong istri dan anaknya, mengevakuasinya ke tempat yang aman.
Saat dia kembali ke rumah, arus tiba-tiba menyeretnya. Dia juga melihat Nabil terseret air bercampur lumpur itu. Ada lima orang lainnya. Amir beruntung selamat terseret hanya sekitar 500 meter dan sempat berpegangan.
Namun, Nabil hingga kini belum ditemukan. Pekatnya air yang berwarna kecokelatan, menyulitkan tim pencari untuk menemukan Nabil. Ibu bocah itu terus menangis, berharap anaknya dapat ditemukan. Beberapa warga berusaha menenangkannya.
Saat ini, beberapa orang dari tim BPBD, juga SAR gabungan, berusaha mengevakuasi mayat yang tertimbun lumpur. Saat ini, jumlah korban belum diketahui. Saat banjir, beberapa warga dievakuasi ke lantai dua masjid Syuhada Masamba yang terletak di Radda.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Relawan Salurkan Bantuan Mendesak untuk 430 Jiwa Terdampak Pascabencana di Aceh Timur
-
Update Bencana Sumatera, 1.135 Meninggal Dunia, 173 Orang Masih Dinyatakan Hilang
-
Hamka B Kady Pastikan Penanganan Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera Jadi Prioritas Nasional
-
Rob Terjang Kepulauan Seribu, Empat RT Terdampak
-
Termasuk Sulsel, Curah Hujan Sangat Tinggi Berpotensi di Sejumlah Wilayah, Masyarakat Diminta Siaga