BUKAMATA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengirim dua anggotanya ke China. Mereka ke negeri tirai bambu itu, untuk mempersiapkan penyelidikan terkait asal-usul virus corona atau Covid-19.
"Dua orang yang dikirim adalah ahli di bidangnya. Seorang spesialis kesehatan hewan. Yang satunya epidemiologi, akan bekerja dengan para ilmuwan China untuk menentukan ruang lingkup dan rencana penyelidikan," kata juru bicara WHO Margaret Harris. Namun, dia menolak menyebutkan nama dua ahli itu.
China awalnya menentang penyelidikan independen terkait virus ini.
Virus itu diyakini muncul di pasar grosir di pusat kota Wuhan di China akhir tahun lalu, setelah berpindah dari hewan ke manusia.
"Kami tahu virus ini sangat sangat mirip dengan virus di kelelawar. Tetapi apakah virus itu melewati spesies perantara? Ini adalah pertanyaan yang butuh dijawab," kata Harris seperti dilaporkan Reuters.
Dalam konferensi pers, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, dua pakar WHO saat ini sedang dalam perjalanan ke China, untuk bertemu dengan para ilmuwan dan mempelajari tentang kemajuan yang dicapai, dalam memahami reservoir hewan COVID-19 dan bagaimana penyakit itu berpindah dari hewan ke manusia.
"Ini akan menjadi dasar bagi misi internasional yang dipimpin WHO terkait penelusuran asal-usul virus," ungkapnya.
COVID-19 adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus corona baru.
"Kami melihat penyelidikan ilmiah sebagai langkah yang perlu untuk mendapatkan pemahaman lengkap dan transparan tentang bagaimana virus ini menyebar ke seluruh dunia," kata Andrew Bremberg, duta besar AS untuk PBB di Jenewa dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.
Dia berharap, Partai Komunis China akan memberikan akses penuh terhadap data, sampel, dan lokasi terkait, kepada tim ahli. "Kami juga menantikan laporannya," kata Bremberg.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dan Menlu AS Mike Pompeo mengatakan, patogen itu mungkin berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan, meskipun mereka tidak memberikan bukti terkait itu dan China membantahnya.
TAG
BERITA TERKAIT
-
8 Pandangan WHO Terhadap Situasi Covid Saat Ini
-
Setelah Mempertimbangkan Kategori Covid sebagai Flu Biasa, Kini Jepang Terapkan Aturan Tidak Wajib Masker
-
Jokowi Mengakhiri PPKM, Kasus Covid-19 Meningkat Menjadi 366 Kasus
-
Berlaku Hari Ini, Berikut Ketentuan Surat Edaran Perjalanan Domestik di Masa Pandemi
-
Resmi, Presiden Jokowi Sampaikan Langsung Pelonggaran Pemakaian Makser