MAKASSAR, BUKAMATA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), melakukan upaya maksimal, untuk memastikan tidak ada kecurangan dalam pilkada yang akan digelar serentak pada Desember mendatang. Termasuk yang dilakukan Bawaslu Maros.
Beredar foto, dua anggota Bawaslu yang mengenakan Face Shield, tampak berjongkok di dekat kuburan. Satu pria dan satu wanita. Mereka tampak memegang kertas di tangan. Mereka memeriksa dengan saksama lembar demi lembar.
Mereka adalah Bawaslu Kabupaten Maros. Mereka melakukan verifikasi faktual dukungan bakal calon perseorangan di Maros. Ada satu nama yang kartu identitasnya dilampirkan sebagai pendukung salah satu bakal calon perseorangan. Namun ternyata yang bersangkutan dikabarkan sudah meninggal sejak 2018 lalu.
Untuk memastikan itu, personel Bawaslu Maros turun ke lokasi kuburan di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros.
Informasi itu juga diungkap Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Arumahi, pada diskusi Bukamatanews via zoom dalam rangka HUT Bhayangkara ke-74 malam tadi. Dalam diskusi bertema "Kesiapan Pengamanan Pilkada Serentak di Sulsel", L Arumahi mengungkap, dari 12 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan yang akan Pilkada 2020, hanya Kabupaten Maros dan Kabupaten Kepulauan Selayar yang memiliki bakal calon perseorangan.
BERITA TERKAIT
-
Bawaslu Sulsel Intervensi Danny Pomanto Lewat Surat Larangan Mutasi
-
Aksi Demonstrasi, Gerakan Muda Maju Desak Bawaslu Sulsel Turun Tangan Tindak Tegas Pelaku Money Politic di Luwu Timur
-
Isteri Amir Uskara Jadi Sorotan, Bawaslu Sulsel Ingatkan Harus Tetap Jaga Netralitas ASN
-
Sita HP dan Kartu Nama Paslon, Sentra Gakkumdu Sulsel: Diserahkan ke Polda
-
Bawaslu Sulsel Tingkatkan Kapasitas Staf Lewat Pelatihan Tata Naskah, LHP dan Pembuatan Risalah Sidan