Aswad Syam
Aswad Syam

Senin, 29 Juni 2020 11:34

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo

Jokowi Wanti-wanti, Jangan Ada Lagi Perebutan Jenazah Covid-19

Presiden Jokowi, mewanti-wanti para jajarannya, untuk memastikan tak ada lagi perebutan jenazah Covid-19.

JAKARTA, BUKAMATA - Senin, 29 Juni 2020. Presiden Joko Widodo kembali menggelar rapat terbatas dengan jajaran menterinya, terkait percepatan penanganan dampak pandemi Covid-19.

Dalam acara yang disiarkan langsung via Youtube Setpres itu, Jokowi
meminta seluruh jajarannya, memberikan edukasi ke masyarakat tentang pengurusan jenazah Covid-19. Itu untuk mencegah tidak terulangnya pengambilan paksa jenazah.

Jokowi meminta peran serta tokoh agama, juga budayawan untuk mengedukasi warga soal penanganan jenazah Covid-19 yang sesuai protokol.

"Kemudian pelibatan tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat, budayawan, sosiolog, antropolog, dalam komunikasi publik harus secara besar-besaran kita libatkan," kata Jokowi.

Jokowi mewanti-wanti jajarannya, agar memastikan tidak ada lagi perebutan jenazah positif Corona. Dia meminta seluruh pihak bekerja sama melakukan koordinasi.

"Sehingga jangan sampai terjadi lagi merebut jenazah yang jelas-jelas COVID oleh keluarga. Itu saya kira sebuah hal yang harus kita jaga, agar tidak terjadi lagi setelah ini," jelasnya.

Sebelumnya, marak insiden perebutan jenazah Covid-19 di berbagai penjuru Indonesia. Pertama kali terjadi di Manado, lalu beberapa kasus di Makassar, kemudian baru-baru ini terjadi di Ambon.

#Jokowi #Pengambilan paksa jenazah Covid-19

Berita Populer