Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Warga Ambon hendak merebut jenazah Covid-19.
AMBON, BUKAMATA - Jumat siang, 26 Juni 2020. Jarum jam menunjuk ke angka pukul 14.30 WIT. Iring-iringan ambulans jenazah pasien Covid-19 lewat di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
Tiba-tiba, sekelompok warga yang mayoritas keluarga dari jenazah yang terinfeksi Covid-19, mengadang. Mereka hendak merebut jenazah. Untung, petugas tim gugus tugas Covid-19 setempat, memberikan penjelasan, hingga keluarga jenazah akhirnya mengikhlaskan.
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19, Kasrul Selang mengatakan, pihak keluarga jenazah sempat meminta almarhum untuk dimakamkan di tempat kelahirannya.
"Tiba-tiba iringan mobil jenazah dan petugas ini mau ke Hunuth (lokasi pemakaman Covid-19) dan kita sudah koordinasi dengan Pemkot Ambon untuk melakukan pemakaman di Hunuth, ternyata kejadian begitu cepat, sampai di jalan Sudirman terjadi perebutan peti jenazah itu akhirnya karena masa cukup banyak, di luar kendali yang mengawal kemudian keluarga dan seterusnya. Keluarga tetap berpegang bahwa mereka akan memakamkannya di lokasi mereka," kata Kasrul dikutip dari Detik, Jumat (26/6/2020).
"Nah kita negosiasi-negosiasi, kita berembuk-berembuk kalau lokasi pemakaman sejauh masyarakat di situ tidak merasa keberatan, tidak ada bermasalah, kita yang penting protokol Covid-19 harus dijalankan sampai di situ, dan tadi menjelang malam itu sudah pemakaman dan masyarakat Wara tidak keberatan dan sudah selesai," jelasnya.
Jenazah Corona ini warga Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Sebelumnya, dia dirawat di RSUD dr Haulussy Ambon dan meninggal dunia sekitar pukul 08:00 WIT, Jumat, (26/6).
"Jadi kasus 577, bapak HK ini tempat tinggal di Maluku Tengah, dirawat di RSUD tadi menjelang jam 8 itu meninggal dunia, memang keluarga awalnya meminta untuk di makamkan di tempat kelahiran almarhum di Maluku Tengah, kita memberikan edukasi ke keluarga, bahkan tadi ada kita punya perawat sempat semacam itu ada kekerasan. Keluarga diminta swab sekali lagi, kita pakai test cepat itu ya hasil masih positif akhirnya keluarga sudah mengikhlaskan ke kita melakukan pemakaman sesuai protap," pungkasnya
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 17:46