Redaksi
Redaksi

Sabtu, 20 Juni 2020 08:22

Ilustrasi
Ilustrasi

Curi Penelitian Militer AS, Mata-mata Tiongkok Dibekuk di Bandara

Seorang mata-mata China ditangkap di Bandara Los Angeles. Dia telah mencuri penelitian militer AS.

NEW YORK, BUKAMATA - Di Bandara Internasional Los Angeles, langkah Xin Wang tertahan. FBI membekuknya, sesaat ketika hendak meninggalkan Amerika awal bulan ini.

Ilmuwan dari Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) itu ditangkap setelah petugas imigrasi menemukan sang ilmuwan berbohong terkait aplikasi visanya.

Dilansir Jerusalem Post, Xin Wang, sang ilmuwan, memasuki AS pada Maret 2019 dengan visa masuk ganda J1 non-imigran untuk melakukan penelitian ilmiah di University of California, San Francisco.

Sementara, Wang telah mengklaim pada aplikasi visanya, bahwa dia telah menjadi Associate Professor di bidang Kedokteran di PLA, dan mengatakan kepada petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) di bandara Los Angeles, dia masih seorang teknisi "Level 9" di PLA dan dipekerjakan di laboratorium universitas militer.

Dikutip dari Reuters, menurut sebuah pernyataan oleh Departemen Kehakiman AS, Wang berpangkat Mayor.

Saat berada di AS, Wang menerima kompensasi dari PLA dan Dewan Beasiswa China, di samping kompensasi dari Universitas California.

Menurut dokumen pengadilan, Wang masih dipekerjakan oleh PLA saat berada di AS, dan ia membuat pernyataan palsu tentang dinas militernya dalam aplikasi visanya untuk meningkatkan peluangnya mendapatkan visa J1.

Peneliti juga mengatakan kepada CBP, bahwa atasannya memintanya untuk mengamati tata letak laboratorium University of California dan membawa kembali informasi tentang cara mereplikasi di China.

Wang membawa hasil studi bersamanya dari lab University of California untuk berbagi dengan rekan-rekan PLA dan telah mengirim penelitian ke China melalui email, menurut pernyataan DOJ. 

Dia juga mengatakan kepada profesor pembimbingnya di California, bahwa dia telah menggandakan beberapa pekerjaan profesor itu di lab di China.

Ilmuwan tersebut menghapus konten pesan WeChat dari teleponnya pada pagi hari ketika dia tiba di bandara Los Angeles.

Jika dinyatakan bersalah atas penipuan visa, Wang menghadapi hukuman maksimum sepuluh tahun penjara dan denda USD250.000.

Hubungan antara AS dan China, memang telah memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Presiden AS Donald Trump mengatakan ia bahkan dapat memutuskan hubungan dengan Tiongkok.

AS telah mengambil tindakan terhadap perusahaan China seperti Huawei, memperingatkan, perusahaan tersebut dapat memata-matai pelanggan untuk pemerintah China.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#China #Amerika Serikat