Redaksi
Redaksi

Jumat, 19 Juni 2020 09:38

Ilustrasi
Ilustrasi

Minta Hasil Swab Dosen yang Meninggal, Mahasiswa Makassar Ricuh di Rumah Sakit

Seorang dosen sebuah perguruan tinggi di Makassar meninggal di rumah sakit. Mahasiswa almarhum sempat ricuh di rumah sakit, karena meminta hasil swab almarhum. Pihak rumah sakit menjelaskan, almarhum positif corona.

MAKASSAR, BUKAMATA - Jumat, 19 Juni 2020 dini hari. Jarum jam menunjukkan pukul 00.30 Wita. Di area IGD salah satu rumah sakit di Makassar, dipenuhi mahasiswa salah satu perguruan tinggi.

Mereka meminta hasil tes swab dosen mereka yang meninggal di rumah sakit itu. Mereka ingin tahu, apakah status almarhum positif atau negatif Covid-19.

Jika positif, mereka ikhlas. Sempat terjadi kericuhan. Polisi pun turun tangan.

Kericuhan mereda setelah pihak RS menjelaskan hasil swab almarhum yang menyebut jenazah PDP itu terkonfirmasi positif Corona.

"Keluarga meminta penjelasan rumah sakit terkait hasil swab jenazah itu, karena mereka hendak memakamkan jenazah. Tidak ada penolakan (pemakaman sesuai protokoler COVID-19), tapi dari keluarga dia mau melihat hasil apakah (hasil swabnya) positif atau tidak, dan kalau memang positif dia ikhlas menerima," ujar Kapolsek Mariso, Kompol Ahmad Yulias.

Korban kata Kompol Ahmad, sebelumnya dirawat dengan keluhan sesak nafas dan ederma pada paru, hingga dinyatakan positif corona setelah dilakukan uji swab.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Covid-19