Redaksi
Redaksi

Rabu, 17 Juni 2020 13:35

Warso tampak bersedih, usai ditinggalkan istrinya yang diduga dibunuh anak kandungnya.
Warso tampak bersedih, usai ditinggalkan istrinya yang diduga dibunuh anak kandungnya.

Saat Kepalanya Dicangkul Anak Kandungnya, Ibu Masih Pakai Mukenah

Seorang anak di Deliserdang, Sumatera Utara, tega menghabisi nyawa ibu kandungnya dengan cangkul. Saat itu, korban masih pakai mukenah.

DELISERDANG, BUKAMATA - Selasa, 16 Juni 2020 malam. Jarum jam menunjukkan pukul 20.00 WIB. Di sebuah rumah di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Suparti (75) masih pakai mukenah salat. Ketika tiba-tiba anaknya, Haris (40), datang dengan cangkul di tangan dan mencangkul kepala sang ibu hingga tewas.

Korban sempat mengerang kesakitan, lalu tewas bersimbah darah di dapur rumah. Mayat korban ditemukan pertama kali oleh suami korban, Warso (75).

Saat itu, Warso baru pulang. Pukul 18.30 WIb, Warso ini sudah berangkat ke Masjid Al Badar yang ada di dusun yang sama. Dia salat Magrib dan Isya di masjid. Setelah itu dia sempat ke rumah keponakannya baru kemudian pukul 20.35 dia pulang ke rumah.

Yang membukakan pintu, pelaku. Saat iti, Warso mencari istrinya. Alangkah histerisnya dia saat menemukan istrinya bersimbah darah di dapur rumah.

Warga berbondong-bondong ke lokasi. Polisi dari Polsek Tanjungrowa juga turun ke lokasi langsung melakukan olah TKP pada saat malam hari itu juga. Jasad korban langsung dievakuasi untuk dilakukan autopsi. Pelaku diamankan.

Pelaku mengaku tega menghabisi nyawa ibunya lantaran kesal dimarah-marahi korban. Dari pemeriksaan lanjutan, pelaku diduga mempunyai gangguan kejiwaan.

"Anaknya punya gangguan kejiwaan," kata Wakasat Reskrim Polresta Deliserdang, AKP Antonius Alexander Putra Rabu, (17/6/2020).    

Kepala Desa Bangun Rejo, Misno sempat turun ke lokasi setelah mendapatkan informasi.

Kepada wartawan ia pun membenarkan bahwa terduga pelaku memang mempunyai gangguan kejiwaan.

"Dari hasil introgasi sebelumnya pelaku sempat dari sawah. Jadi ketika pulang merasa capek. Korban sempat memarahi pelaku dengan nada tinggi. Karena kesal dimarahi ia mengambil cangkul dan memukulkan ke kepala ibunya kena bagian dahi di atas mata dan belakang telinga sebelah kanan,"kata Kasat Reskrim Polresta Deliserdang, Kompol Muhammad Firdaus Rabu, (17/6/2020).

Suami korban sekaligus ayah pelaku, Warso juga mengaku bahwa anaknya memang mengidap gangguan jiwa.

"Dia memang ada masalah kejiwaannya. Sudah kami bawa ke mana-mana sebenarnya. Ke rumah sakit udah pernah termasuk juga pernah kami ruqiah," ujar Warso Rabu, (17/6/2020).

Ia meminta agar polisi melakukan karantina dulu terhadap anaknya itu. Meski demikian ia juga tidak mau menghalangi polisi untuk menghukum anaknya.

Warso juga yakin kalau pelaku adalah anaknya, karena pada saat dirinya meninggalkan rumah hanya ada anaknya dan istrinya itu.

"Saya kan lagi di masjid saat itu. Pas pulang baru tahu. Ya siapa lagi memang dia lah (pelakunya). Dia masih lajang itu, anak ke empat dari 8 bersaudara. Aku dulu pun pernah juga dipukulnya. Memang sering dia ketawa-ketawa sendiri di rumah. Tapi enggak banyak ngomong memang dia," ujar Warso.

Warso tabah tabah atas kepergian istri tercinta. Saat itu banyak warga yang memeluknya dan memberi semangat agar tetap tabah dalam musibah ini.

Warso dinilai sebagai warga yang baik ratusan warga pun silih berganti berdatangan bertakziah ke rumah duka. Warso sendiri dikenal oleh warga sekarang ini sebagai penjual tape.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pembunuhan #Anak Bunuh Ibu