Redaksi : Rabu, 17 Juni 2020 12:32
Suasana ibadah di Masjidilharam sebelum Covid-19 menyerang.

MEKAH, BUKAMATA - Bagi jemaah umrah, Pengelola Masjidil Haram di Makkah, Saudi Arabia sudah menyiapkan protokol kesehatan baru. Protokol itu untuk mencegah terjadinya keramaian jamaah sehingga berpotensi terjadinya penyebaran virus Corona atau COVID-19.

"Panduan ini dibuat setelah riset yang dilakukan orang-orang yang berkompeten di departemen kami. Aturan akan diimplentasikann saat Masjidil Haram hanya dibuka sebagian untuk tawaf dan atau umroh," tulis badan yang mengurusi Grand Mosque bagian keamanan, keselamatan, dan kontrol keramaian dikutip dari akun Twitter @HaramainInfo, Rabu (17/6/2020).

Dalam keterangan tersebut juga disampaikan, aturan ini tidak mengindikasikan kapan Masjidil Haram akan dibuka untuk tawaf dan umrah. Aturan ini adalah petunjuk kontrol keramaian yang akan diimplementasikan saat Masjidilharam kembali dibuka untuk umrah dan tawaf, serta saat keputusan tersebut diambil pihak yang berwenang.

Petunjuk tersebut meliputi 14 panduan umum yang diterapkan di Masjidilharam. Salah satunya, mengatur kapasitas total jemaah yang bisa berada di area tersebut, supaya tetap menerapkan jaga jarak demi mencegah infeksi virus corona.

"Hanya mengizinkan Masjidilharam terisi 40 persen dari kapasitas total," tertulis dalam aturan tersebut.

Berikut lengkapnya:

1. Melakukan pre-registration dengan mengirim data pribadi dan detail kontak yang sebelum mengunjungi Masjidilharam

2. Pintu masuk dan keluar didesain berbeda untuk mencegah kemacetan di satu pintu

3. Mengoperasikan kamera yang bisa mendeteksi suhu tubuh di pintu masuk. Orang yang dideteksi memiliki suhu tubuh tinggi akan dilarang memasuki Masjidilharam, serta harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut di lokasi yang dirujuk kementerian kesehatan Saudi

4. Materi edukasi dan aturan terkait cuci tangan, menggunakan hand sanitizer, tidak boleh bersalaman, etika batuk, bersin, serta jaga jarak akan disediakan tiap saat di pintu masuk dan melalui simbol-simbol

5. Pengunjung yang punya gejala terinfeksi virus corona atau sempat kontak dengan COVID-19 dalam jangka waktu 14 hari jangan dulu mendatangi Masjdilharam

6. Hanya mengizinkan Masjidilharam terisi 40 persen dari kapasitas total

7. Wajib mengenakan masker sebelum mendatangi Masjidilharam

8. Karpet tidak disediakan dan jemaah akan beribadah di lantai

9. Kontainer Zam-zam tidak disediakan dan distribusi Zam-zam dalam botol dihentikan untuk mencegah penyebaran virus

10. Tidak menyediakan iftar atau makanan untuk buka puasa dan larangan membawa makanan ke Masjidilharam akan berlanjut

11. Stiker akan ditempatkan di lantai untuk menandai lokasi jemaah saat salat sehingga bisa menerapkan jaga jarak, kira-kira dua meter

12. Kelas belajar dan menghafal Al-Qur'an masih dihentikan

13. Masjidilharam masih akan ditutup usai sholat isya dan dibuka kembali satu jam sebelum salat subuh

14. Terus berkoordinasi dengan kementerian kesehatan utuk menempatkan tim medis pada pintu masuk utama Masjidilharam.