Redaksi : Sabtu, 13 Juni 2020 09:07
Ilustrasi

BONE, BUKAMATA - Jumat pagi, 12 Juni 2020. Sekitar pukul 09.00 Wita. Sudirman mendatangi sebuah toko di Desa Mamminasae, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Pria yang menenteng parang panjang itu diduga mengalami gangguan jiwa.

"Brakk!!! Prannngg!!!!" Dengan parang panjang dia menghantam spion sebuah mobil hingga patah.

Dua penjaga toko, Sapriawan (21) dan Muh Yunus (21) abai. Tiba-tiba, Sudirman mendekati Sapriawan. Sebuah tebasan parang dikibaskan ke kepala Sapriawan hingga luka. Kini giliran Yunus. Melihat rekannya ditebas, Yunus sempat lari menjauh namun terkejar. Sebuah tebasan juga mendarat di tubuhnya.

Keduanya dilarikan ke Puskesmas Lamuru, Bone. Sudirman lalu keluar ke jalanan. Dia mulai menebar teror ke pengendara jalan. Beberapa petugas bersenjata yang datang, tak dihiraukan. Malah Sudirman mendekati petugas.

Beberapa lama kemudian, Sudirman berhasil dilumpuhkan. Dia diborgol setelah dibaringkan di tengah jalan.

"Dia memang sakit. Kalau penyakitnya kambuh, pikirannya ke mana-mana dan selalu merasa curiga," kata Andi kepada wartawan, Jumat (12/6/2020).

Andi pelaku mendatangi toko dengan membawa sebilah parang. Pelaku menuduh ada yang hendak memperkosa anaknya.

"Pelaku mendatangi toko, yang mana anaknya ikut bekerja sebagai karyawan. Pelaku selalu merasa curiga anaknya hendak diperkosa, padahal tidak ada sama sekali ingin memperkosa anaknya. Mungkin bagian dari halusinasinya saja," ujar Andi.

Sementara itu, Kapolres Bone AKBP Try Handako Wijaya Putra membenarkan adanya peristiwa itu. Dia mengatakan pelaku saat ini sudah diamankan.

"Kami amankan pelaku yang diduga memiliki gejala kurang waras atau hilang ingatan. Dia lakukan penganiayaan terhadap dua orang warga sekitar," kata Handoko.

Saat ini pelaku menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru, sementara kedua korban telah kembali ke rumahnya setelah menjalani perawatan di Puskesmas Lamuru.