BANTAENG, BUKAMATA - Hujan yang mengguyur Bantaeng dan sekitarnya, membuat Sungai Calendu meluap. Air berwarna kecokelatan mengepung Bantaeng. Termasuk rumah jabatan Bupati Bantaeng.
Di beberapa titik, ketinggian air mencapai 3 meter.
Kasat Sabhara Polres Bantaeng, AKP Syamsul mengungkapkan, titik paling parah di wilayah Kayangan, Banteng Kota. "Iya, airnya ada yang setinggi 3 meter, itu di wilayah Kayangan, Banteng Kota, memang di situ yang paling parah," ujarnya, Jumat (12/6/2020).
AKP Syamsul bilang, banjir mulai merendam tiga kecamatan seperti Bantaeng Kota, Bissapu dan Sinoa, sekitar pukul 18. 00 Wita.
Syam (33), seorang warga lingkungan Sasaya, Kecamatan Bissapu mengatakan, banjir membuat 4 unit rumah hanyut terbawa arus.
Sejumlah petugas SAR gabungan telah terlihat di wilayah Sasaya. Namun saat ini, ia dan sejumlah warga masih terus bertahan di rumah masing-masing.
"Kalau saya masih di rumah, kebetulan ini rumah orang tua, jadi saya temani. Lagian ini kondisi masih gelap sekali, listrik dari tadi padam, kita kesulitan kalau mau dievakuasi," ujarnya.
Sementara itu, seorang warga dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat listrik.
Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWS-PJ), Rini Harun, mengatakan, warga yang meninggal merupakan asal Bantaeng. Dari informasi yang dihimpun, penyebabnya diketahui karena tersengat listrik.
BERITA TERKAIT
-
Relawan Salurkan Bantuan Mendesak untuk 430 Jiwa Terdampak Pascabencana di Aceh Timur
-
Update Bencana Sumatera, 1.135 Meninggal Dunia, 173 Orang Masih Dinyatakan Hilang
-
Hamka B Kady Pastikan Penanganan Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera Jadi Prioritas Nasional
-
Rob Terjang Kepulauan Seribu, Empat RT Terdampak
-
Termasuk Sulsel, Curah Hujan Sangat Tinggi Berpotensi di Sejumlah Wilayah, Masyarakat Diminta Siaga