Redaksi
Redaksi

Minggu, 31 Mei 2020 14:53

Lokasi penemuan mortir dipasangi garis polisi.
Lokasi penemuan mortir dipasangi garis polisi.

Warga Pangkep Bawa Mortir Temuannya ke Pandai Besi, Minta Dijadikan Parang

Seorang tukang batu menemukan mortir. Dia tak tahu itu mortir. Dia lalu membawa benda temuannya itu ke pandai besi. Minta dibuatkan jadi parang.

PANGKEP, BUKAMATA -- Sabtu, 2 Mei 2020. Kadir (46), menggali fondasi di Desa Parenreng, Kecamatan Segeri, Pangkep. Tukang batu itu merasakan alat penggalinya mengenai sebuah besi. Bunyinya mendecing.

Dengan tangan, dia menggali tanah dan menemukan besi bulat seperti durian. Dia lalu mengambil besi itu dan membersihkan tanahnya.

Besi itu lalu dibawa ke rumah Dorahim. Dia meminta dijadikan parang. Dorahim lalu mengontak pandai besi. Namanya Panre Janggo. Pada 29 Mei, Panre Janggo datang ke rumah Dorahim, untuk mengerjakan pesanan. Namun alangkah kagetnya Panre Janggo saat melihat besi yang nyaris ditempanya, adalah mortir.

"Ini mortir peninggalan Belanda," ujar Panre Janggo alias Nurdin.

Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji, SIK  setelah mendapat laporan tersebut langsung ke lokasi penemuan tersebut di Desa Parenreng, pada Sabtu, 30 Mei.

"Setelah kami terima laporan langsung ke lokasi penemuan benda tersebut dan menghubungi Tim Jihandak Gegana Brimob Polda Sulsel untuk dievakuasi," ujar Kapolres.

Pada pukul 18.00 Wita, Tim Jihandak Gegana Polda Sulsel tiba di lokasi bersama dengan Kabag Ops Polres Pangkep Kompol Andi Muh Zakir. Mereka langsung mengevakuasi benda tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pangkep