Redaksi
Redaksi

Jumat, 15 Mei 2020 17:16

Almalik Musafir Kelana, memberikan bantuan kepada Esti dan keluarganya.
Almalik Musafir Kelana, memberikan bantuan kepada Esti dan keluarganya.

Alami Gangguan Mental, 30 Tahun Esti Dirawat Ibunya Tanpa Layanan Sosial

Esti awalnya normal. Ramadan 1990, dia baru saja pulang dari salat tarawih, hingga melihat sesuatu yang menyeramkan di balik pohon.

MAKASSAR, BUKAMATA - Esti, wanita kelahiran 1978 ini, lahir dan tumbuh menjadi anak yang tekun dan bersahaja. Tak ada tanda-tanda memiliki kelainan atau kekurangan pada fisik dan mentalnya.

Hingga suatu kejadian 30 tahun lalu, tepatnya di Bulan Ramadan tahun 1990 menimpanya. Saat itu Esti baru pulang dari masjid melaksanakan salat tarawih. Tiba-tiba ia melihat makhluk gaib di balik pohon besar yang tak jauh dari rumahnya.

Menurut penuturan Ibunda Esti, Namri (65) bahwa setelah kejadian tersebut anaknya mengalami trauma dan gangguan kejiwaan.

"Sehari setelah kejadian, badan anak saya demam, dan badannya bengkak dan ketakutan tak mau bicara. Sampai sekarang ia lebih banyak diam dan tak mau berinteraksi dengan dunia luar," tuturnya.

Lebih lanjut, kata dia, berbagai upaya pengobatan telah dilakukan baik medis maupun non medis agar anaknya bisa sembuh seperti sedia kala.

"Esti sempat saya bawa ke RS Dadi namun tak membuahkan hasil. Pengobatan tradisional pun sudah kami usahakan tapi tak kunjung sembuh malah sekarang kulitnya kering dan terkelupas. Semoga Allah menyembuhkan anak saya," harapnya.

Sementara itu, salah seorang tetangganya, Ratna mengatakan sedih atas kondisi yang dialami Esti.

"Dia layak dibantu, karena selama ini belum ada bantuan dari Dinas Sosial untuknya. Kami menghubungi Kombes dan Alhamdulillah hari ini mendapatkan bantuan," ungkapnya.

Paket sedekah Ramadan Kombes diserahkan oleh Ketua Makassar Suci, Almalik Musafir Kelana di rumah saudara Esti di Jalan Baji Pamai I No. 14 Kelurahan Tamparang Keke, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Kombes #Kisah sedih