Munafri Tegaskan Dukungan Penuh Program Presiden di Rakornas 2026
02 Februari 2026 19:38
Meski tak menerapkan PSBB, penanganan Covid-19 di Maros dinilai sudah on the track. Itu diungkap Nurdin Abdullah, Gubernur Sulsel.
MAROS, BUKAMATA - Kabupaten Maros mengambil langkah berbeda dalam penanganan Covid-19. Jika Kota Makassar dan Kabupaten Gowa menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Kabupaten Maros justru sebaliknya.
Meskipun demikian, menurut Bupati Maros, Hatta Rahman, penanganan Covid-19 di daerah yang dipimpinnya telah on the track. Sekalipun tidak memberlakukan PSBB. Bahkan, ia optimis Maros dapat terbebas dari pandemi ini pada akhir Mei nanti.
Kabar baiknya, kata Hatta, dari 36 pasien positif Covid-19 di Maros, 21 diantaranya dinyatakan telah sembuh berdasarkan hasil pemeriksaan swab.
"Alhamdulillah, dari 36 kasus positif itu, kalau berdasarkan hasil swab sudah 21 negatif. Jadi sisa sepuluh lebih yang masih perawatan dan itu OTG (orang tanpa gejala). Cuma dua dirawat dan itu pun gejalanya ringan," katanya di Posko Gugus Tugas Maros, Jumat (8/5/2020).
Menurut Hatta, pasien positif Covid-19 di Maros berasal dari empat klaster. Ada dari klaster umrah, bandara, pendatang dan klaster ijtima.
"Mereka kita perbaiki gizinya, apa keinginannya sehingga mereka cepat sehat," tambahnya.
Hatta turut mengapresiasi program Wisata Covid-19 yang digagas Pemprov Sulsel. Sebab, katanya, program tersebut sangat membantu daerah untuk menyelesaikan persoalan Covid-19 ini.
"Program Wisata Covid-19 membuat kita di daerah menjadi tidak terlalu terbebani. Begitu ada, kita kirim ke sana. Ini inovasi yang sangat baik, mungkin daerah lain harus mencontoh. Sinergi kabupaten dengan provinsi membuat Sulsel Sekarang menjadi daerah dengan tingkat persentase kesembuhan tertinggi di Indonesia," jelas Hatta.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menyampaikan bahwa Maros memang tidak memberlakukan PSBB, namun pada prinsipnya telah menjalankan hal-hal yang diberlakukan pada PSBB.
"Apa yang harus diberlakukan di PSBB juga sebenarnya sudah dilakukan oleh Pak Bupati," katanya.
Menurut Nurdin, dalam penanganan Covid-19 bukan soal besarnya anggaran tetapi sangat bergantung pada kepatuhan masyarakat.
Nurdin tak lupa mengapresiasi kinerja Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Maros. Selain melakukan isolasi, juga melayani pasien dengan pasokan gizi yang baik.
"Mereka memberikan gizi yang luar biasa, sesuai permintaan pasien. Itu hebat. Jadi intinya pemberian gizi itu sangat menentukan tingkat kesehatan. Itu yang patut dicontoh, tidak hanya mengisolasi tetapi juga disertai dengan jaminan gizi. Itu yang membuat tingkat kesembuhannya tinggi," demikian Nurdin.
02 Februari 2026 19:38
02 Februari 2026 18:00
02 Februari 2026 17:44
02 Februari 2026 09:43
02 Februari 2026 09:34
02 Februari 2026 09:19
02 Februari 2026 09:56
02 Februari 2026 11:43