GOWA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa memperketat pemeriksaan terhadap masyarakat yang ingin memasuki ke wilayah Kabupaten Gowa. Hal ini seiring dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan berlangsung mulai 4 hingga 18 Mei 2020.
Sementara untuk mengawasi agar pelaksanaan berjalan tertib, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan turun langsung meninjau aktivitas di beberapa pos pengamanan. Bahkan dirinya ikut memeriksa identitas pengendara yang akan masuk di wilayah Kabupaten Gowa.
Seperti di pos pengamanan yang berada di perbatasan Jalan Tun Abdul Razak Kabupaten Gowa dan Jalan Hertasning Kota Makassar.
Bahkan dirinya meminta kepada pengendara yang tidak ber-KTP berdomisili Kabupaten Gowa untuk diarahkan putar balik, apalagi jika kunjungannya tidak terlalu urgent.
"Ini untuk kepentingan kita bersama bukan hanya untuk kepentingan pemerintah kabupaten saja, tetapi untuk kepentingan seluruh masyarakat yang ada. Karena kita mau melakukan pemutusan mata rantai penularan Covid-19 di wilayah Kabupaten Gowa dan sekitarnya," ujar Adnan, Senin (4/5).
Untuk itu, Adnan berharap keterlibatan semua pihak terutama masyarakat untuk menyukseskan pelaksanaan PSBB selama 14 hari kedepan.
Sementara salah seorang warga Desa Kanjilo, Kecamatan Barombong, Jamaluddin (53) mengaku sangat mendukung langkah pemerintah daerah untuk menangani penyebaran covid-19 ini.
Jamaluddin pun berharap agar seluruh masyarakat ikut berpartisipasi aktif dengan mengikuti aturan dan arahan pemerintah. Termasuk beberapa hal-hal yang bisa dan tidak bisa dilakukan selama pelaksanaan PSBB.
"Apa yang dilakukan pemerintah ini sudah sangat tegas. Saya kira tidak ada masalah ketika jalan ditutup. Karena ini merupakan akses utama juga menuju Kota Makassar. Kalau mau cepat ini berlalu harus memang diperketat seperti ini," terangnya.
TAG
BERITA TERKAIT
-
KPH Jeneberang Bantah Terjadi Perambahan Hutan di Gowa
-
Rawan Eksploitasi, Aktivis Lingkungan Sorot Perubahan Status Kawasan Hutan di Bawakaraeng
-
Dibabat Habis di Hulu, Puluhan Hektare Hutan Lindung di Gowa Gundul Akibat Ilegal Logging
-
Filosofi di Balik Logo Baru HJG Ke-705: Ujung Badik, Embun, dan Tangan Pakarena
-
Pemprov Sulsel Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Program Mandiri Benih Kentang di Gowa