Redaksi
Redaksi

Minggu, 03 Mei 2020 14:05

Ilustrasi
Ilustrasi

Misteri Pembunuhan Wanita Beranak Dua Usai Buka Puasa di Dalam Kamar

Sutini sedang sendiri di rumahnya saat pembunuh masuk dan menghabisi nyawanya. Ada luka di bagian belakang kepalanya, bekas pukulan benda tumpul.

SITUBONDO, BUKAMATA - Sabtu, 2 Mei 2020. Sore itu, Sutrisno (25) pamit ke ibunya Sutini (45). Pemuda itu hendak mengujungi tunangannya di Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo.

Wanita yang pernah menjadi TKI di Malaysia itu mengangguk. Dia lalu masuk menutup pintu rumahnya di Dusun Watu Kethu, Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo

Di dalam rumah, masih ada anak keduanya, Dea (16), bersama adik kandungnya yang juga tante Dea. Usai buka puasa, Dea dan tantenya pamit ke rumah nenek di Dusun Wathu Kethu, yang jaraknya sekitar dua kilometer dari rumahnya.

Tinggallah Sutini sendiri di rumah itu. Suaminya masih di Malaysia. Bekerja sebagai TKI.

Diduga saat Dea dan tantenya pamit, ada seseorang yang mengawasi rumah itu. Begitu mereka pergi, orang misterius itu diduga masuk ke dalam rumah, lewat pintu samping, lalu menghabisi nyawa Sutini.

Hanya sebentar Dea dan tantenya di rumah neneknya. Saat malam mulai larut, keduanya pulang kembali ke rumah. Pintu depan terkunci. Mereka memanggil-manggil Sutini, namun tak ada jawaban.

Mereka lalu ke pintu samping. Tidak terkunci. Dea berteriak histeris saat melihat tubuh ibunya terbujur kaku di dalam kamar. Ada darah terciprat di seprai. Juga luka bekas pukulan benda tumpul di kepala bagian belakang. Keduanya spontan berteriak minta tolong.

Puluhan warga langsung berdatangan ke lokasi kejadian, dan selanjutnya kejadian dilaporkan ke polres.

Hanya dalam jangka waktu sekitar 40 menit, Kapolres AKBP Sugandi yang didampingi Kapolsek Besuki AKP Muhammad Yasid sudah berada di lokasi kejadian

Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jenasah korban ke kamar mayat RSU dr Abdoer Rahem Situbondo.

Usai diperiksa oleh petugas medis RSU milik Pemkab Situbondo, mayat korban langsung diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.

“Saya kaget, saat pulang dari rumah nenek mengetahui ibu sudah meninggal. Padahal saya hanya sebentar pergi ke rumah nenek,” kata Dea anak kedua korban, Minggu (3/5/2020).

Kapolres Situbondo AKP Sugandi mengatakan, pihaknya memastikan korban meningga karena dibunuh. Hal tersebut antara lain dibuktikan dengan tidak adanya barang berharga milik korban yang hilang.

“Meski demikian, kami belum dapat memastikan tentang penyebab dan motif kasus pembunuhan tersebut, karena kami masih melakukan penyelidikan, untuk pelaku dan motif pembunuhan tersebut,” ujar Kapolres AKBP Sugandi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pembunuhan