Redaksi
Redaksi

Sabtu, 02 Mei 2020 04:24

ilustrasi
ilustrasi

Pembunuh Sopir Taksi Online Tikam Korban dengan Obeng dari Kantong Kursi

Sopir taksi online di Pulogadung, ternyata dibunuh penumpangnya, seorang mahasiswa. Dia dihabisi dengan obeng.

PULOGADUNG, BUKAMATA - Pembunuh sopir taksi online di Jakarta ternyata penumpangnya sendiri. Dia terangkap dalam rentang waktu kurang lebih 1x24 jam.

Namanya Irham (24). Mahasiswa itu dibekuk setelah membunuh Ade Bachtiar Rivai, seorang pengusaha ayam goreng yang nyambil jadi sopir taksi online.

Jasad Ade tergeletak di pinggir Jalan Gurame, Jati, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (30/4/2020) lalu dan ditinggalkan begitu saja si pembunuh yang melarikan mobil korban.

Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto membeber kronologi pembunuhan.

Berawal saat korban menerima pesanan dari pelaku bernama Irham (24) pada Kamis (30/4/2020) lalu, sekira, pukul 16.00 WIB.

Namun pelaku tidak memakai nama sendiri. Dalam pemesana, dia pakai nama Bambang.

Di dalam orderan, tertulis bahwa pelaku minta diantarkan menuju Jalan Tawes, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur.

Setelah itu selang waktu sekira 2-3 menit, korban datang menjemput pelaku. Dia masuk melalui pintu bagian kiri belakang dan bilang kepada korban untuk diantarkan ke lokasi sesuai dengan yang tertera di aplikasi.

Setelah tiba di lokasi tujuan, pelaku yang berprofesi sebagai mahasiwa itu, berpura-pura menanyakan tarif sambil mengambil obeng milik korban yang diletakkan di kantong belakang kursi mobil.

Saat lengah, ia langsung menusuk korban dari belakang di bagian punggung bagian kiri.

Korban sempat melakukan perlawanan dan memukul tersangka sebanyak satu kali.

"Saat terjadi perkelahian di dalam mobil, korban kemudian memberhentikan laju kendaraannya untuk meminta pertolongan.

"Setelah keluar, pintunya malah dikunci oleh pelaku dan dia pindah ke kursi kemudi untuk melarikan diri," ujar Suyudi.

Nahas, korban tak sempat mendapatkan pertolongan. Ia pun tewas bersimbah darah di lokasi akibat luka tusuk yang dialaminya.

Sedangkan pelaku asal Lampung tersebut mencuri mobil korban.

Sebelumnya, Ade ditemukan tewas dibegal. Mobil Honda Brio-nya dibawa lari. Jasad warga Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi itu, merupakan pengusaha ayam sambil nyambi jadi driver sopir taksi online Gojek.

Kerabat Ade, Feri Riandi (41) bilang, Ade baru satu bulan berprofesi sebagai sopir taksi online dan hanya pekerjaan sambilan.

"Dia pengusaha ayam (goreng) Chicago. Jadi sopir taksi sambilan saja, kalau narik juga enggak setiap hari. Jadi enggak kejar setoran banget lah," kata Feri di Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (1/5/2020), dilansir dari Tribunnews.

Mobil Honda Brio warna hitam berpelat B 2939 FKK yang digunakan Ade jadi kendaraan untuk narik, baru dibelinya satu bulan lalu.

Saat hari kejadian, sekira pukul 09.00 WIB, Ade awalnya dapat orderan mengantar penumpang dari wilayah Karawang ke Jakarta.

"Almarhum terakhir komunikasi sama istrinya sekira pukul 14.00 WIB, pas WhatsApp istrinya dia masih di Jakarta. Enggak tahu nganter ke wilayah mana," ujarnya.

Merujuk keterangan personel Satreskrim Polrestro Jakarta Timur ke pihak keluarga, Feri menuturkan, Ade jadi korban begal.

Pihak keluarga tahu Ade jadi korban begal dari postingan sejumlah akun di media sosial. Keluarga kemudian memastikan informasi itu ke Polsek Pulogadung.

Baru setelah dapat kepastian pihak kepolisian, keluarga mendatangi RS Polri Kramat Jati sekira 23.00 WIB kemarin, tempat jasad Ade dibawa.

"Semua identitasnya itu enggak ada, dompet, handphone sampai mobil semua dibawa pelaku begal. Kata polisi diminta doain saja biar pelaku cepat ketangkap," tuturnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Hery Purnomo, mengatakan, saat dievakuasi, terdapat luka pada bagian punggung korban.

"Tadi kita jam lima sore dapat laporan dari masyarakat bahwa ada seseorang yang ditemukan tergeletak di pinggir jalan dengan kondisi ada luka di bagian punggung. Sementara kami masih melakukan penyelidikan. Kita cek dahulu kita bawa ke rumah sakit dulu korbannya," ujar Hery.

 Ade Bachtiar Rifai meninggalkan istri yang sedang hamil dua bulan. Hal ini diungkapkan oleh Feri Riandi (41) salah satu kerabat Ade yang mendatangi RS Polri Kramat Jati, Jumat (1/5/2020).

Kepergian almarhum rupanya menyisakan duka bagi Hariyani Fitri (30) istri Ade.

"Istrinya lagi hamil anak kedua, hamil dua bulan. Istrinya kerja, biasanya kalau pulang kerja almarhum suka jemput untuk pulang bareng," ujarnya.

Menurut Feri, dari keterangan istrinya, Ade mendapatkan orderan pukul 09.00 WIB untuk mengantar penumpang dari wilayah Karawang ke Jakarta.

Saat itu komunikasi masih lancar hingga terakhir pada pukul 14.00.

"Almarhum terakhir komunikasi sama istrinya sekira pukul 14.00 WIB, pas WhatsApp istrinya dia masih di Jakarta. Enggak tahu nganter ke wilayah mana," katanya.

Setelah itu Ade tak lagi memberikan kabar.

Padahal biasanya Ade selalu memberikan kabar mengenai keberadaannya setiap mengantar penumpang.

Bahkan saat pihak keluarga mencoba menghubungi pun tidak aktif.

Sekitar pukul 20.00 WIB pihak keluarga pun merasa curiga, sebab Ade tak biasa pulang larut seperti biasanya.

Karena memang profesinya sebagai driver taksi online bukanlah yang utama hanya sambilan saja.

"Biasanya pukul 18.00 WIB-19.00 WIB sudah pulang, karena memang taksi online cuman sambilan saja. Makanya adik saya (istri Ade) malamnya curiga," katanya.

Arnen Eri Sidi (58) salah satu kerabat korban menuturkan pihak keluarga menghubungi Polsek Pulogadung setelah dapat informasi Ade dibegal dari media sosial.

Kala itu jajaran Polrestro Jakarta Timur belum dapat memastikan identitas Ade karena handphone, dompet, berikut B 2939 FKK digondol pelaku.

"Kita awalnya lihat di media sosial, baru langsung cari info. Kalau dari polisi mastikan lewat Sidik jari, karena almarhum kan sudah bikin KTP," kata Arnen.

Almarhum dimakamkan di TPU wilayah Kampung Selang, Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pembunuhan