MAKASSAR, BUKAMATA - Terjadi kericuhan antara masyarakat Pulau Kodingareng dan pemerintah yang datang ke lokasi, guna menertibkan dan memberikan beberapa imbauan pemerintah.
Mulanya pemerintah datang ke pulau Kodingareng, setelah mendengar kabar katanya terdapat tiga warga yang positif corona, tetapi status orang tersebut tidak didapat keberadannya di lokasi, Rabu 29 April 2020.
Lanjut dari hal tersebut, pemerintah menertibkan beberapa masjid yang masih digunakan oleh warga untuk salat berjemaah. Padahal pemerintah mengimbau untuk tidak ditempati demi memutuskan rantai covid-19.
"Mau ditutup itu masjid, karena ada corona. Terus nabilang pemerintah kalau nda ditutup itu masjid, atau ada yang salat di dalam masjid kucabut itu bantuan sembakonya," kata warga berinisial B melalui telepon seluler.
Maka dari itu lanjut B, warga menolak imbauan pemerintah yang akan menutup masjid, dan melarang warga untuk salat di masjid. Bahkan ancaman untuk tidak diberikan sembako apabila masih warga masih melanggarnya, tak dihiraukan.
TAG
BERITA TERKAIT
-
8 Pandangan WHO Terhadap Situasi Covid Saat Ini
-
Setelah Mempertimbangkan Kategori Covid sebagai Flu Biasa, Kini Jepang Terapkan Aturan Tidak Wajib Masker
-
Jokowi Mengakhiri PPKM, Kasus Covid-19 Meningkat Menjadi 366 Kasus
-
Berlaku Hari Ini, Berikut Ketentuan Surat Edaran Perjalanan Domestik di Masa Pandemi
-
Resmi, Presiden Jokowi Sampaikan Langsung Pelonggaran Pemakaian Makser