Redaksi : Kamis, 30 April 2020 09:21
Ilustrasi

CILACAP, BUKAMATA - Serombongan orang menyewa travel dari Jakarta, lalu diam-diam melakukan mudik ke Cilacap. Belakangan diketahui, seluruh pemudik itu terkena Corona. Demikian diungkap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr Pramesti Griana Dewi, juga membeber itu. Hasil rapid test kata dia, delapan orang itu dinyatakan positif. Mereka sementara menunggu hasil swab. Sementara 8 orang tersebut, kini telah disolasi di RSUD Majenang.

Pramesti bilang, kedelapan orabg itu warga Cimanggu yang melakukan perjalanan mudik bersama pada 8 April lalu. Mereka di Jakarta tinggal dalam kontrakan yang sama dan juga bekerja di lokasi yang sama di sebuah konveksi.

Hasil positif COVID-19 rapid test itu lanjut Pramesti, diketahui ketika kakak dari salah satu pemudik meninggal dunia mendadak tak lama setelah kedatangan adiknya yag mudik. Kematian itu mencurigakan karena almarhum tidak memiliki riwayat bepergian atau datang dari wilayah zona merah Corona.

"Adiknya (si pemudik), kemudian di-rapid test. Dan hasilnya positif," ujarnya.

Dari hasil itu kemudian petugas melakukan tracing. Pasalnya, dari keterangan si pemudik, dia datang bersama tujuh rekan lainnya dari Jakarta.

"Hasilnya, tujuh orang lainnya dari hasil rapid test juga positif. Dari delapan orang tersebut, terdapat satu keluarga yang terdiri dari bapak, ibu, dan anak," bebernya.

TAG