TIONGKOK, BUKAMATA - Direktur laboratorium berkeamanan maksimum Institut Virologi Wuhan, China, Yuan Zhiming cukup kesal. Dunia telah menuduh laboratorium yang dipimpinnya, sebagai biang kerok penyebaran virus corona atau Covid-19.
Institut Virologi Wuhan dengan laboratorium keselamatan biologi berkeamanan maksimum di Wuhan, memicu teori konspirasi, bahwa virus Corona mungkin telah disintesis secara buatan di lab tersebut atau bocor dari salah satu labnya, khususnya laboratoum P4-nya yang dilengkapi untuk menangani virus-virus berbahaya.
Menanggapi rumor itu, Yuan membantah keras. Bantahan itu dibeber dalam wawancara dengan media pemerintah China, CGTN. "Tak mungkin virus ini berasal dari kami," tegas Yuan.
"Buktinya, tak ada staf saya yang terinfeksi virus tersebut," lanjutnya.
Institut Virologi Wuhan juga sebelumnya telah membantah rumor itu Februari lalu. Namun pekan ini, rumor tersebut kembali mencuat, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pemerintahannya tengah melakukan penyelidikan apakah benar virus Corona berasal dari lab di Wuhan tersebut.
"Apakah virus mematikan itu bisa berasal dari lab Anda?" tanya CGTN. Yuan menjawab, "Saya tahu itu mustahil."
"Sebagai orang yang melakukan studi tentang virus, kami jelas tahu jenis penelitian apa yang terjadi di institut ini dan bagaimana institut mengelola virus dan sampel," katanya.
Sebelumnya, media-media seperti Washington Post dan Fox News yang mengutip sumber-sumber, memberitakan bahwa virus Corona kemungkinan telah bocor dari lab Wuhan tersebut.
Yuan menegaskan, pemberitaan tersebut sepenuhnya didasarkan pada spekulasi tanpa bukti ataupun pengetahuan.
Pemerintah Prancis juga telah menegaskan, sejauh ini tak ada kaitan antara virus Corona dengan lab Wuhan tersebut. Lab Wuhan tersebut didirikan setelah pada tahun 2004, pemerintah Prancis menandatangani kesepakatan dengan China untuk mendirikan sebuah laboratorium penelitian penyakit-penyakit infeksi dengan level keselamatan biologi 4, level tertinggi di Wuhan. Informasi ini berdasarkan dekrit Prancis yang diteken oleh menteri luar negeri Prancis saat itu, Michel Barnier.
TAG
BERITA TERKAIT
-
8 Pandangan WHO Terhadap Situasi Covid Saat Ini
-
Setelah Mempertimbangkan Kategori Covid sebagai Flu Biasa, Kini Jepang Terapkan Aturan Tidak Wajib Masker
-
Jokowi Mengakhiri PPKM, Kasus Covid-19 Meningkat Menjadi 366 Kasus
-
Berlaku Hari Ini, Berikut Ketentuan Surat Edaran Perjalanan Domestik di Masa Pandemi
-
Resmi, Presiden Jokowi Sampaikan Langsung Pelonggaran Pemakaian Makser