Serap Aspirasi Warga Ujung Pandang, Ridwan Wittiri Tekankan Pemutakhiran Data Bansos
01 Februari 2026 17:46
Seorang ibu berteriak meminta kepala desa untuk menangkap suaminya dan dimasukkan ke karantina kolektif desa.
BUKAMATA - Aksi seorang istri di Blitar ini patut ditiru. Dia dengan tegas menolak suaminya pulang mudik dari Kalimantan.
Si wanita tersebut bahkan berteriak meminta kepala desa untuk menangkap suaminya dan dimasukkan ke karantina kolektif desa.
Hal ini dilakukan karena suaminya takut carrier virus Corona. Peristiwa itu terjadi di Desa Sidorejo Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.
Kades Sidorejo, Sukatmo bercerita, pada Jumat (10/4) pagi, itu istrinya lari-lari ke rumahnya bilang kalau suaminya ngeyel pulang.
Waktu mereka berbincang, dari arah timur kelihatan sebuah truk fuso.
"Terus istrinya itu teriak-teriak...lha niku lho pak truk e njenengan cepeng ndang! (Lha itu lho pak truknya, bapak tangkap dia cepat!)," kata Sukatmo menirukan warganya, Kamis (16/4/2020).
Sukatmo pun sigap bertindak. Bersama hansip dan beberapa relawan COVID-19, truk dihadang dan dipaksa berhenti di depan Pasar Pathok.
Kemudian si sopir dan seorang teman kerjanya yang juga warga Sidorejo diangkut memakai mobil pikap menuju ke kantor desa.
Sukatmo mengaku, dua warganya ini sempat ngomel-ngomel saat dibawa ke kantor desa.
Kata mereka, mereka sudah berulang kali diperiksa kondisinya ketika akan masuk kapal di pelabuhan Kalimantan dan ketika turun di pelabuhan Semarang.
"Yo bengok-bengok ngono (Ya teriak-teriak gitu ) sama istrinya. Istrinya teriak, pokok harus dikarantina dulu selama 14 hari. Baru bisa kumpul keluarganya," bebernya dilansir Detikcom.
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 17:46