Redaksi
Redaksi

Kamis, 16 April 2020 08:23

Ilustrasi
Ilustrasi

Februari 2020 Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 6.300 T

BI merinci utang tersebut, US$203,3 miliar di antaranya berasal dari sektor publik (pemerintah dan bank sentral). Sementara itu, US$204,2 miliar berasal dari utang sektor swasta (termasuk BUMN)

BUKAMATA - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$407,5 miliar atau Rp6.300 triliun (kurs Rp15.641 per dolar AS) pada Februari kemarin. Posisi tersebut tumbuh 5,4 persen secara tahunan, atau melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang naik 7,6 persen. Bagaimana rinciannya?

Dari catatan bank sentral ULN Indonesia per Februari 2020 sebesar US$ 407,5 miliar atau setara dengan Rp 6.316 triliun (kurs Rp 15.500). Angka ini tumbuh 5,4% lebih lambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya 7,6%.

BI merinci utang tersebut, US$203,3 miliar di antaranya berasal dari sektor publik (pemerintah dan bank sentral). Sementara itu, US$204,2 miliar berasal dari utang sektor swasta (termasuk BUMN).

Jika dijabarkan ULN pemerintah di luar bank sentral tercatat US$ 200,6 miliar atau tumbuh 5,1% lebih rendah dari pertumbuhan bulan lalu 9,5%."Penurunan ULN pemerintah dipengaruhi sentimen global sebagai dampak pandemi COVID-19 yang meluas sehingga mendorong arus modal keluar dari pasar surat berharga negara (SBN) domestik, di lansir Detik.com, Kamis (16/4/2020).

Utang ini digunakan untuk kegiatan sosial sebesar 23,4% dari total ULN pemerintah, jasa pendidikan 16,3%, konstruksi 16,2%, sektor jasa keuangan dan asuransi 12,8%, sektor administrasi pemerintah, pertahanan dan jaminan sosial wajib 11,6%.

#Utang Luar Negeri #6.300 T #Bank Indonesia #Menteri Keuangan