PSM Makassar Siap Tantang Persis Solo di Manahan: Trucha Lakukan Rotasi, Abu Kamara Starter
29 November 2025 19:07
BI merinci utang tersebut, US$203,3 miliar di antaranya berasal dari sektor publik (pemerintah dan bank sentral). Sementara itu, US$204,2 miliar berasal dari utang sektor swasta (termasuk BUMN)
BUKAMATA - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$407,5 miliar atau Rp6.300 triliun (kurs Rp15.641 per dolar AS) pada Februari kemarin. Posisi tersebut tumbuh 5,4 persen secara tahunan, atau melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang naik 7,6 persen. Bagaimana rinciannya?

Dari catatan bank sentral ULN Indonesia per Februari 2020 sebesar US$ 407,5 miliar atau setara dengan Rp 6.316 triliun (kurs Rp 15.500). Angka ini tumbuh 5,4% lebih lambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya 7,6%.
BI merinci utang tersebut, US$203,3 miliar di antaranya berasal dari sektor publik (pemerintah dan bank sentral). Sementara itu, US$204,2 miliar berasal dari utang sektor swasta (termasuk BUMN).
Jika dijabarkan ULN pemerintah di luar bank sentral tercatat US$ 200,6 miliar atau tumbuh 5,1% lebih rendah dari pertumbuhan bulan lalu 9,5%."Penurunan ULN pemerintah dipengaruhi sentimen global sebagai dampak pandemi COVID-19 yang meluas sehingga mendorong arus modal keluar dari pasar surat berharga negara (SBN) domestik, di lansir Detik.com, Kamis (16/4/2020).
Utang ini digunakan untuk kegiatan sosial sebesar 23,4% dari total ULN pemerintah, jasa pendidikan 16,3%, konstruksi 16,2%, sektor jasa keuangan dan asuransi 12,8%, sektor administrasi pemerintah, pertahanan dan jaminan sosial wajib 11,6%.
29 November 2025 19:07
29 November 2025 18:30
29 November 2025 17:11
29 November 2025 09:50
29 November 2025 11:25
29 November 2025 16:15
29 November 2025 12:27
29 November 2025 13:56