Redaksi : Jumat, 10 April 2020 13:28
Ilustrasi

SEMARANG, BUKAMATA - Perawat RSUP dr Kariadi Semarang itu berstatus positif COVID-19. Dia ditulari pasien, hingga akhirnya meninggal pada Kamis, 9 April 2020.

Sayang, saat warga Susukan Kabupaten Semarang itu hendak dimakamkan di dekat makam ayahnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Siwarak, lingkungan Sewakul, Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat, Semarang, warga menolak jasadnya.

Humas Gugus Tugas Pencegahan COVID-19 Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan mengatakan, memang almarhum tinggal di Susukan. "Keluarga besar dimakamkan di Sewakul, jadi minta di sebelah bapaknya, ada penolakan," kata Alexander dilansir dari detik, Jumat (10/4/2020).

Alexander menjelaskan, sebenarnya informasi awal tetangga maupun warga di sekitar pemakaman tidak ada penolakan. "Warga sekitar makam tidak menolak. Tapi kita belum tahu penolakan merupakan warga sekitar atau bukan," jelasnya.

Akhirnya jenazah dibawa lagi ke Kota Semarang, dan diputuskan untuk dimakamkan di kompleks Pemakaman dr Kariadi yang berada di kawasan TPU Bergota.

"Jadi akhirnya yang bersangkutan dimakamkan di makam keluarga dr Kariadi, pahlawan Nasional yang namanya diabadikan di RSUP dr Kariadi. Semalam jam 19.00 sampai 20.00-an, itu bukan kompleks makam umum tapi lokasinya RSUP dr Kariadi di Bergota," kata Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah, Edy Wuryanto.

Edy menyayangkan penolakan terhadap perawat yang sudah berjuang di lini depan menangani Corona. Stigma negatif berlebihan tersebut menimbulkan kekecewaan.