Ulfa
Ulfa

Selasa, 07 April 2020 18:25

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. IST
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. IST

Sulsel Masuk Zona Merah, Nurdin Abdullah Tegaskan Hati-hati Terapkan PSBB

Per hari ini, Selasa (7/4/2020), pasien positif corona di Sulsel sudah mencapai 127 orang. Tak heran Sulsel masuk zona merah.

MAKASSAR - Sulawesi Selatan masuk dalam status zona merah penyebaran virus corona atau Covid-19. Per hari ini, Selasa (7/4/2020), pasien positif di Sulsel sudah mencapai 127 orang.

Untuk hari ini saja, ada penambahan kasus baru sebanyak 15 orang. Hal itu menempatkan Sulsel menjadi daerah dengan pasien positif Covid-19 terbanyak di luar Pulau Jawa.

Meskipun demikian, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengaku sangat hati-hati untuk memberlakukan Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah yang dipimpinnya itu.

"Sulsel tidak bisa disamakan dengan DKI Jakarta. Apapun namanya, sebelum PP terkait PSBB dibuat kita sudah melakukan pembatasan dalam beberapa hal, seperti meliburkan sekolah, bekerja dari rumah, serta social dan physical distancing," ungkap Nurdin dalam sesi video konferensi dengan awak media, Selasa (7/4/2020).

Alasan Nurdin hati-hati menerapkan PSBB di Sulsel karena karakteristik setiap daerah yang dipimpinnya itu berbeda-beda. Menurutnya, 24 kabupaten/kota tidak bisa disamakan satu dengan yang lainnya.

"Saya ingin sampaikan kepada kita semua, kita harus berhati-hati memberlakukan PSBB di Sulsel, karena tidak semua wilayah sama dari 24 kabupaten/kota. Episentrum penyebaran mulai dari Makassar, dan daerah penyangga kita Gowa dan Maros. Nah ini sekarang kita fokus disini," tambah Nurdin.

Menurut mantan bupati Bantaeng dua periode itu, Sulsel juga merupakan daerah penyangga pangan nasional. Oleh karena itu, katanya, jika PSBB diterapkan maka akan sangat berdampak besar pada sejumlah sektor, terutama kelangsungan pangan nasional. Dimana Sulsel tak bisa lagi mendistribusikan bahan pangan ke 27 provinsi di Indonesia.

"Kita jangan lupa bahwa Sulsel ini adalah penyangga pangan nasional. Bagaimana nantinya kalau semua petani kita dirumahkan? Sekarang ini lagi musim tanam. Jangan-jangan justru bukan virus corona yang membunuh kita, tapi kita mati kelaparan," ujar Nurdin.

Oleh karena itu, kata Nurdin, untuk saat ini tim Gugus Tugas Covid-19 Sulsel memfokuskan pada pemetaan beberapa wilayah yang menjadi pusat episentrum penyebaran Covid-19 di Sulsel. Meliputi Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Maros.

"Tetap juga dilakukan upaya untuk mencegah penularan dengan melakukan isolasi wilayah, apakah mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan dan kecamatan. Tapi ini ada risikonya. Tidak mungkin orang dirumahkan tanpa diberikan bekal," demikian Nurdin.

 

Penulis : Rizal
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Virus Corona #Sulsel Zona Merah

Berita Populer