BALIKPAPAN, BUKAMATA - WH itu inisial namanya. Dia berasal dari Tenggarong, tercatat sebagai salah satu pasien positif Covid-19. Diberi nomor pasien, 01 Balikpapan.
Dia mendapat virus itu saat di Bogor. Saat itu, dia mengikuti Seminar Bisnis Syariah Masyarakat Tanpa Riba di Bogor 25-28 Februari. Pada 29 Februari, dia pulang ke Balikpapan.
Selama seminar berlangsung, kata dia acara padat penuh semangat dari pukul 7 pagi hingga pukul 10 malam. Selama 4 hari ful dalam ruangan ber-AC dan tidur per harinya hanya sekitar 3 jam.
Sampai di rumah pada 29 Februari 2020 malam. Keesokan harinya, sekitar 3 harian, dia merasakan kecapaian. Awalnya, dia menganggap hanya kelelahan saja.
Gejala-gejala yang dia rasakan saat itu, meriang tapi tidak demam. Persendiannya ngilu. Lidah terasa pahit dan tidak bernafsu makan. Penciuman tidak tajam seperti tidak mencium bau apa-apa, padahal minyak wangi.
Hari ke-4 sd hari ke-14, dia sehat seperti biasanya. Pada tanggal 15 Maret, dia ditelepon pihak dari Dinas Kesehatan Balikpapan, katanya dapat nomor telepon dari pusat kalau dia termasuk peserta seminar di Bogor, yang diikuti teman yang positif dari Solo.
WH lalu dites pada 15 Maret. Ada tegas tes. Tes darah, tes rontgen dua kali, dan tes swab dua kali.
"Tes darah saya negatif, rontgen juga agak gak jelas. Tes swab hidung dan tenggorokan dikirim ke Jakarta, hasilnya 4 hari baru keluar. Saya disuruh isolasi di rumah," ujarnya.
Pada 17 Maret dia ditelepon lagi untuk tes. Karena ada teman yang positif. Akhirnya diisolasi di RSUD Kanujoso Djatiwibowo. Pada 18 Maret, hasil swab keluar dan positif.
"Kondisi saya sangat sehat dan tidak ada keluhan-keluhan lagi seperti di 3 sampai 4 hari di awal gejala," urainya.
WH lalu mengevaluasi diri. Virus masuk ke tubuhnya dan berperang dengan imunnya yang pada saat itu ada gejala pulang dari Bogor.
"Dan saya yakin virus kalah dengan imun saya, namun masih bersarang dalam tubuh," jelasnya.
Jumat, 3 April kemarin, WH mendapat surat dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan. Ditandatangani oleh Dokter Pemeriksa, dr Mufidatun Hasanah dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Julianty. Surat itu memberitahukan bahwa dia negatif. Meski demikian, dia akan menjalani observasi di Rumah Observasi Pemerintah Kota Balikpapan selama 7 hari.
"Untuk para pasien yang masih dinyatakan positif, PDP, ODP dan seluruh masyarakat Indonesia,
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا... {البقرة : ٢٨٦}
Artinya : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya... (Al-Baqarah: 286)
Jangan putus asa, tetap berbaik sangka kepada Allah dan semangat! Bismillah, kita berjuang bersama sama. Jangan panik, karena panik bisa menurunkan imun tubuh kita. Tetap optimis dan kita support selalu tenaga medis, taati imbauan pemerintah untuk #dirumahaja, dan tetap menjaga kesehatan serta kebersihan. Jika kita melakukan hal yang bermanfaat di rumah, insyaAllah kejenuhan akan hilang," tulisnya di postingan media sosial.
BERITA TERKAIT
-
8 Pandangan WHO Terhadap Situasi Covid Saat Ini
-
Setelah Mempertimbangkan Kategori Covid sebagai Flu Biasa, Kini Jepang Terapkan Aturan Tidak Wajib Masker
-
Jokowi Mengakhiri PPKM, Kasus Covid-19 Meningkat Menjadi 366 Kasus
-
Berlaku Hari Ini, Berikut Ketentuan Surat Edaran Perjalanan Domestik di Masa Pandemi
-
Resmi, Presiden Jokowi Sampaikan Langsung Pelonggaran Pemakaian Makser