Redaksi : Kamis, 02 April 2020 16:34
Warga memblokade pemakaman Pemprov Sulsel di Jalan Macanda, Romang Polong, Kecamatan Somba Opu.

GOWA, BUKAMATA - Kamis, 2 April 2020. Sekelompok warga berkumpul di depan Kompleks Pemakaman Pegawai Pemda Provinsi Sulsel, di Jalan Macanda, Romang Polong, Kecamatan Somba Opu.

Jarum jam menunjukkan pukul 14.00 Wita, ketika sirine ambulans terdengar mendekat. Jenazah sudah tiba. Namun, warga memasang blokade ke jalan masuk pemakaman. Warga setempat, juga mengusir pembawa jenazah. Kericuhan sempat terjadi antara warga dan aparat.

Beberapa kali, Camat Somba Opu, Agussalim, melakukan negosiasi. Namun selalu kandas. Warga bergeming. Mereka tetap menolak jenazah dimakamkan.

Pantauan Bukamata di lokasi, warga membakar ban bekas di depan komplek makam. Juga memalang jalan masuk dengan menggunakan kayu.

Sebuah mobil ambulans yang memabawa jenazah, diusir paksa oleh masyarakat setempat. Dg Nyumba, salah seorang warga, tidak menerima jika ada jenazah yang terindikasi Covid-19 dikuburkan di pemakaman ini.

"Kami selaku warga, menolak adanya jenazah yang mau dikuburkan di sini bos. Kami tidak mau tertular. Kecuali meninggal biasaji, silakan dikuburkan," tegas Dg Nyumba.

Dg. Nyumba menambahkan, masalahnya kata dia, jenazah itu dibawa oleh petugas yang menggunakan pakaian serba putih. "Jadi mayat itu sudah pasti meninggal karena corona," ujarnya.

Sebelumnya, kemarin sudah ada yang mau dikuburkan satu jenazah. Setelah diusir sama warga, mobil jenazah berputar arah, kembali menuju RSUP Wahidin Sudirohusodo.

"Itu mobil langsung berputar, karena kita di sini palangi jalanan baru ditutup ini pintu masuk makamnya," tutup Dg. Nyumba.