MAKASSAR - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyebut pihaknya memperketat pintu masuk Sulsel untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Menurut Andi Sudirman, Pemprov Sulsel tidak memberlakukan lockdown (karantina kewilayahan), karena itu merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. Tetapi yang diperlukan saat ini, adalah isolasi spot by spot.
“Misalnya tingkatan Kelurahan (Desa) atau kecamatan atau dalam perumahan. Ketika (dalam wilayah itu) terjadi indikasi suspek ataupun ada positif corona. Kemudian wilayah tersebut tetap akan dipantau kebutuhan pangannya, memonitor selama 14 hari masa inkubasi. Itu lebih efisien dan mudah mengontrol,” kaat Andi Sudirman.
Pihaknya pun telah meminta untuk memperketat akses masuk, baik jalur darat, udara, maupun laut, serta menyarankan adanya pembentukan posko terpadu. Yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Dinas Kesehatan, dan BPBD.
“Untuk mendata (orang yang masuk ke Sulsel) dan pemeriksaan ketat dan mensosialisasikan untuk melakukan karantina diri selama 14 hari. Serta memasukkan dalam database siapa saja yang baru masuk, untuk dipantau selama 14 hari, hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” paparnya.
Mengenai status wilayah Sulsel, kata dia, sudah ada surat keputusan Gubernur tentang penetapan status keadaan darurat bencana. Berdasarkan pada status tersebut, Pemprov sudah meminta 50 ton stok beras ke Bulog melalui Dinas Sosial, untuk jaring pengaman sosial (social safety net).
“Itu untuk cadangan yang akan dipersiapkan mengantisipasi kebutuhan warga terdampak kebijakan slow down aktivitas ekonomi akibat Covid-19,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, Pemprov Sulsel pun tengah melakukan upaya refocusing (memfokuskan kembali) APBD untuk penanganan Covid-19. Terutama anggaran dari program non prioritas. Tentunya, hal ini turut dikonsultasikan melalui DPRD Sulsel.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Selamat, Andi Muhammad Sardi Kembali Pimpin IJTI Pengda Sulsel
-
Di Hadapan Kader Muda Muhammadiyah, IAS: Latihan Kepekaan Sosial Lewat Organisasi
-
Sektor Transportasi Menjadi Penyumbang Pertumbuhan Ekonomi Kab. Maros
-
Kemenag: Sulit Ajukan Banding atas Vonis Pelecehan Seksual Jamah Haji Sulsel
-
Adila Irvan Siap Wakili Sulsel di Ajang Putri Indonesia 2022