Ibnu Kasir Amahoru
Ibnu Kasir Amahoru

Selasa, 31 Maret 2020 15:57

Faisal Amir. IST
Faisal Amir. IST

Pilkada Serentak 2020 Resmi Ditunda, Begini Respon KPU Sulsel

Ketua KPU Sulawesi Selatan, Faisal Amir menyebut keputusan penundaan Pilkada 2020 tersebut merupakan keputusan terbaik untuk saat ini.

MAKASSAR - Tahapan Pilkada serentak 2020 resmi ditunda. Penundaan ini dilakukan menyusul semakin meluasnya wabah virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama DPR dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyepakati penundaan tersebut dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar Komisi II DPR bersama KPU dan Kemendagri, Senin (30/3/2020) kemarin.

RDP tersebut juga menyepakati bahwa anggaran pilkada yang belum dipakai akan direalokasi oleh pemerintah daerah masing-masing untuk penyelesaian penanganan pandemi virus corona.

Ketua KPU Provinsi Sulawesi Selatan, Faisal Amir menyebut jika keputusan tersebut merupakan keputusan terbaik untuk saat ini. Kepentingan orang banyak, katanya, jauh lebih penting daripada memaksakan menggelar Pilkada serentak dalam situasi darurat seperti saat ini.

"Langkah tersebut lebih tepat untuk kemaslahatan bangsa dan orang banyak. Fokus sekarang adalah menanggulangi penyebaran virus corona," katanya, saat dikonfirmasi, Selasa (31/3/2020).

Sejauh ini, ada tiga opsi penundaan waktu pilkada yang disepakati dalam RDP. Opsi pertama, penundaan selama tiga bulan dari jadwal pemungutan suara awal, yaitu 9 Desember 2020. Opsi ini diambil apabila tahapan pilkada pra-pemungutan suara bisa dimulai pada akhir Mei tahun ini.

Alternatif kedua, penundaan dilakukan selama enam bulan dari jadwal awal, yaitu 17 Maret 2021. Sementara opsi ketiga, pemungutan suara pilkada ditunda selama 12 bulan, yakni hingga 29 September 2021.

KPU Sulsel sendiri, kata Amir, masih menunggu opsi waktu mana yang akan diputuskan sebelum mengambil langkah-langkah selanjutnya.

"Kita menunggu saja hasil keputusan KPU RI dari tiga opsi yang tawarkan tersebut," demikian Faisal yang juga mantan ketua KPU Takalar itu.

Soal opsi waktu yang akan dipilih sendiri selanjutnya akan dibahas oleh tiga pihak yaitu KPU, pemerintah, dan DPR pada pertemuan berikutnya. Meskipun demikian, keputusan sudah mulai mengerucut bahwa Pilkada 2020 tidak bisa dilaksanakan pada tahun ini.

Penulis : Rizal
#Pilkada Serentak 2020 #KPU Sulsel